PRAHARA DEMOKRAT

Ogoh-ogoh Anas Digantung di Monas

Olok-olok terhadap Anas Urbaningrum makin kasar. Jelang Hari Raya Nyepi, Ogoh-ogoh bergambar Anas tergantung di Monas.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, JAKARTA- Olok-olok terhadap Anas Urbaningrum makin kasar. Jelang Hari Raya Nyepi, Ogoh-ogoh bergambar Anas tergantung di Monas ikut menghiasi kawasan Kota Denpasar Bali.

Sementara di Jakarta, puluhan massa yang tergabung dalam Masyarakat Anti Korupsi Jakarta (MAKJ) menyerahkan patung Anas ke pengelola Taman Margasatwa Ragunan.

Ogoh-ogoh Anas digantung di Monas ini dibuat oleh Nyoman Tenaya (41), warga Denpasar. Ia sengaja memasang ogoh-ogoh termasuk orang berwajah mirip Anas di pinggir Jl Kapten Sujana, Denpasar. Menurut Tenaya, ogoh-ogoh Anas itu simbbul kerakusan.

Ogoh-ogoh itu menggambarkan Anas memakai baju batik warna biru dipadu celana hitam dengan background  Monas. Seekor kera tampak memegang tali warna hijau yang menjerat leher Anas. Namun Tenaya tak mau menyebut ogoh-ogoh hasil karyanya sebagai Anas. "Saya tidak bilang Anas. Silakan publik mengartikan sendiri," ujar Tenaya.

Tahun lalu, Tenaya membuat ogoh-ogoh berjudul "Miss Wisma". Sosok yang ditampilkan adalah Angelina Sondakh yang membonceng sepeda ontel Muhammad Nazaruddin, mantan bendahara Partai Demokrat.
Di Jakarta, seratusan massa MAKJ menyerahkan patung Anas Urbaningrum ke pengelola TM Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (9/3). Koordinator MAKJ Agung Setiabudi  menyatakan, patung ini itu adalah simbol politisi yang tidak punya akal sehat melakukan korupsi sama dengan binatang.

MAKJ juga menggelar aksi di gedung KPK. Mereka mengapresiasi KPK yang telah menetapkan Anas sebagai tersangka kasus dugaan korupsi di proyek Hambalang. Agung pun mendesak  KPK untuk segera mengambil langkah menegakan hukum tanpa pandang bulu dengan menyeret Anas ke dalam tahanan KPK. "Seret Anas masuk ke dalam tahanan KPK," kata Agung. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved