Lagi Ramai Orang Duduk Santai di Warung Tiba-tiba Ditubruk Dump Truck

Baharudin (45), warga Korindo, Sei Lekop tewas mengenaskan tertimpa reruntuhan warung yang dihantam dump truck, Senin (11/3) malam.

Lagi Ramai Orang Duduk Santai di Warung Tiba-tiba Ditubruk Dump Truck
tribunnewsbatam.com/m iksan
TABRAK_Warung hancur ditabrak dump truck, Selasa 12 Maret 2013 di Bintan.
Laporan Tribunnews Batam, M Ikhsan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN- Baharudin (45), warga Korindo, Sei Lekop tewas mengenaskan. Kaki kanannya hancur tertimpa reruntuhan bangunan dari warung yang dihantam sebuah dump truck, Senin (11/3) malam.

Ia bersama delapan orang temannya tengah duduk santai seperti biasa malam itu. Lalu tiba-tiba saja, dump truck yang dikemudikan Kamsan Simamora hilang kendali di tikungan km.22. Truk ini menabrak pembatas parit dan terbalik dua kali sebelum menghantam warung di pinggir jalan tersebut. Bak truk ini menyapu bangunan warung hingga runtuh berkeping-keping.

Elvis Situmeang, salah satu warga yang duduk di warung mengaku kaget. Ia sempat terpelanting ke luar warung. "Aku baru datang lagi santai-santai, tiba saja lori menabrak warung, cepat sekali kejadiannya. Kami terpelanting. Saya sempat tak sadar juga, cuma untung tak ada luka," sebutnya, Selasa (12/3).

"Di dalam warung ini ada kawan-kawan yang biasa duduk juga. Kiras, Baharudin, Sondang, Manungkalit, Simatupang, Nababan, Cuma Baharudin kena timpa bangunan ini, kakinya luka parah sampai hancur di sebelah kanan. Ia sudah lama lah duduk sekitar setengah jam," cerita Elvis.
    
Warung milik Saragih rekannya ini hancur berkeping-keping. Banyak darah yang berceceran akibat luka parah yang diderita Baharudin.
    
Sementara pengunjung warung lainnya hanya menderita luka ringan. Sopir truk sendiri mengalami luka di kening akibat pecahan kaca depan.
    
Kepala RSUD Bintan, Gama Isnaeni mengatakan pihaknya sempat merawat 5 orang dari insiden ini termasuk sopir truk. "Mereka statusnya cuma rawat jalan," sebut Gama.
    
Sementara itu, truk dengan nomor polisi BP 9667 TU ini terlihat ringsek di bagian atap kanan. Mobil pengangkut bijih bauksit itu kemarin masih diamankan di Kantor Unit Lantas Kijang.
    
Kamsan, sopir truk diamankan di Polsek Bintan Timur untuk diperiksa lebih lanjut. Kala itu ia ingin pulang ke rumahnya di Korindo. Pria ini baru saja selesai bertugas menyopiri mobil di pertambangan bauksit
    
Kanit Lantas Polsek Bintan Timur, Iptu Tasriadi mengatakan, kejadian terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Dari pemeriksaan awal, sopir dalam kondisi normal, sementara kendaraan truk masih diteliti kelayakannya. "Kalau sopir mengemudi kondisinya normal. Kalau kelayakan mobil masih kami cek dulu," sebutnya.
    
Tasriadi bersama pemilik mobil truk, sopir dan keluarga sopir sendiri melayat korban tewas di rumah duka yang juga berada di Korindo. "Yang namanya musibah memang tidak bisa kita tebak. Tadi sopir sudah juga sudah melayat ke tempat korban," ujar Tasriadi.
    
Ia mengimbau para pengemudi mobil angkutan umum untuk mengemudi dalam kondisi fit, serta kelayakan kendaraan harus dicek berkala. "Saat ini banyak kecelakaan akibat kendaraan yang sudah tidak layak lagi. Kami minta pemilik kendaraan ataupun sopir memperhatikan hal tersebut," imbaunya.
    
Dalam insiden ini, enam unit sepeda motor rusak kena hantaman bak truk yang terbalik. Baharudin sendiri dimakamkan di Pemakaman Umum Kampung Jawa di Kijang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved