NAGIH UTANG DIBUNUH DI SAGULUNG

Suami Yuliana Ungsikan Keluarga, Tak Tau Istrinya Pembunuh Lisa

Keluarga Yuliana, tersangka pembunuhan Lisa Dwi Ratna Mothar (4) dan Admo (70), tertekan. Mereka pun mengungsi sementara.

Suami Yuliana Ungsikan Keluarga, Tak Tau Istrinya Pembunuh Lisa
tribunnewsbatam.com/taufan wijaya
MENGUNGSI- Warga memadati rumah Lisa korban pembunuhan dengan tersangka Yuliana mantan karyawannya di warung ayam penyet SP Plaza. Selasa 12 Maret keluarganya mengungsi.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM-  Keluarga Yuliana, tersangka pembunuhan Lisa Dwi Ratna Mothar (4) dan Admo (70), tertekan. Mereka pilih mengungsi untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan. Bahkan acara akikah anak pertama Yuliana, terpaksa dilakukan di tempat lain.

Jupri, suami Yuliana, mengungsikan keluarganya setelah mendapatkan saran dari beberapa warga."Atas saran dari beberapa warga dan perangkat RT dan RW, agar tidak terjadi apa-apa, maka untuk sementara kami mengungsi dulu ke tempat lain,"ujar Jupri, Selasa (12/3).

Yuliana ditangkap karena membunuh Lisa dan Mbah Mo. Kasus pembunuhan itu terjadi lantaran masalah utang piutang.

Jupri mengatakan, meski mengungsi ke tempat lain, resepsi Akikah anaknya tetap digelar pada Minggu (10/3) lalu. Dia sendiri tidak menyangka kalau istrinya itu nekat membunuh mantan majikannya, Sabtu (9/3) lalu. Jupri baru tahu setelah dua orang anggota Polsek Sagulung datang ke rumahnya.

"Saya sendiri bingung saat itu, tiba-tiba aja datang dua anggota polisi dan membawa istri saya ke Polsek Sagulung. Polisi juga tidak beritahu ada masalah apa istri saya diamankan. Anggota polisi itu hanya bilang, saya harus nyusul ke Polsek Sagulung," ujarnya.

Menurutnya, selama dalam perjalanan dari kediamannya menuju ke kantor Polsek Sagulung, Jupri terus berpikir dan timbul tanda tanya kenapa istrinya dibawa anggota polisi itu. "Ya pikirian ini tidak tenang, terus jadi tanda tanya. Ya tidak tahunya, istri saya membunuh dua orang sekaligus,"katanya.

Saat itu Jupri langsung terdiam ketika mengetahui istrinya sebagai pelaku pembunuhan. Dia sendiri saat itu duduk di ruang penyidik dan menunggu polisi memeriksa istrinya. Kemudian dia memberitahukan keluarganya yang lain termasuk orang tuanya dan mertuanya, namun semua malah tidak percaya. Apalagi saat itu di rumahnya lagi sibuk-sibuk melakuakan persiapan untuk resepsi akikah anaknya.

"Semua keluarga tidak percaya kalau istri saya pelaku pembunuhan. Beberapa keluarganya pun langsung datang ke Polsek Sagulung untuk memastikan kabar itu," katanya.

Selama ini, Jupri tidak tahu jika istrinya memiliki utang dengan mantan majikan. Yuliana juga tidak pernah cerita jika menghadap masalah. "Istri saya tidak pernah menceritakan kalau dia punya utang. Saya tahunya dari polisi yang menceritakan. Saya tidak tahu lagi mau berbuat apa, karena semuanya sudah terjadi," ujarnya.

Meski Yuliana menjadi tersangka pembunuhan dan ditahan, Jupri mengaku akan tetap mendampingi istrinya sampai proses hukum selesai. Kepada keluarga korban baik, Lisa Dwi Ratna Mothar dan Admo  alias Mbah Mo, Jupri meminta maaf. Dia mengakui memang sulit bagi keluarga korban menerimanya. Sebagai manusia Jupri, siap menyampaikan permohonan maaf itu.

"Ya ini cobaan dan ujian yang harus dihadapi. Anak saya yang masih kecil, akan dirawat oleh orang tua dan keluarga. Semoga dengan masalah ini, saya dan keluarga diberi kekuatan dan ketabahan. Biarlah proses hukum berjalan," ujarnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved