Provinsi Kepri Jalin Kerjasama Bisnis dengan Afrika Selatan

Provinsi Kepri Jalin Kerjasama Bisnis dengan Afrika Selatan, tak lama lagi tertuang dalam MoU.

Provinsi Kepri Jalin Kerjasama Bisnis dengan Afrika Selatan
tribunnewsbatam.com/ist
Gubernur Kepri HM Sani sedang menyalami warga dalam suatu acara resmi.
Laporan Tribunnews Batam, Dewi/Anne

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Pengusaha di Kepri akan mendapatkan kemudahan dalam berinvestasi di Afrika Selatan (Afsel). Begitu juga dengan sektor UKM, akan mendapatkan peluang untuk membuka pasar di negara yang menjadi tuan rumah Piala Dunia 2010 itu.

Itulah bagian dari kerjasama yang akan dilakukan Provinsi Kepri dengan Provinsi Eastern Cape, Afrika Selatan. "Pertemuan ini pertama, menjalin hubungan persahabatan antar 2 gubernur. Kedua, bertukar pikiran, untuk pengembangan selanjutnya antara Afrika dan Kepri. Ada beberapa hal yang akan dikerjasamakan, terkait potensi yang dimiliki kedua daerah," ujar Gubernur Kepri HM Sani, Rabu (13/3).

Hampir satu jam, Sani beserta jajarannya menerima kunjungan Gubernur Eastern Cape Ms Naxolo Kiviet di Grha Kepri. Hasil pembicaraan, Asisten II Amhar Ismail didaulat menjadi  ketua dalam tim teknis tersebut, dan mencakup pihak dari badan promosi pariwisata, perindustrian-perdagangan, dan perikanan-kelautan. "Pada prinsipnya, kami sepakat mengadakan MoU, apakah di sini atau di sana (Afrika Selatan)," ucap Sani.

Sebelum penandatanganan MoU, perlu dilakukan pembahasan kerjasama antara Kepri dan Eastern Cape bersama DPRD Provinsi Kepri, dan menteri dalam negeri.

Di sisi lain, dengan kerjasama itu, Sani mengatakan akan ada kemudahan bilateral antar ke dua negara, terutama menyangkut bidang UKM. "Mereka mau belajar UKM dengan kita, dan ini membuka peluang pasar kita. Produk UKM kita yang berkualitas, bisa dijual ke sana, penghasilan bisa bertambah," ujarnya.
Sani juga ingin belajar banyak hal dengan negeri penghasil permata james town itu. Apalagi di bidang tourism-nya sudah berkembang dengan baik, didukung pengelolaan tiga pelabuhan besar yang ada di sana.

"Ada 3 pelabuhan besar di sana, nah kita baru 1, Tanjung Sauh. Mereka belum terlalu lama merdeka, tapi sudah bisa membangun secara baik, kita perlu pelajari kiat-kiatnya," kata Sani.

Terkait bidang perkapalan, Sani menilai bisa saja Eastern Cape membuat kapal perang atau kapal dagang mereka di Indonesia. "Kerjasama itu akan dibahas lagi dalam pertemuan Agustus nanti," kata Sani. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved