A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Hukum Pemberangkatan Haji dengan Program MLM - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 21 Agustus 2014
Tribun Batam

Hukum Pemberangkatan Haji dengan Program MLM

Minggu, 17 Maret 2013 17:17 WIB
Hukum Pemberangkatan Haji dengan Program MLM
Tribunnewsbatam.com/Candra P. Pusponegoro
THAWAF - Ribuan umat muslim sedang melakukan prosesi thawaf (mengelilingi) Kabah di Masjidil Haram di Kota Mekkah al Mukaramah, Arab Saudi, pada bulan suci Ramadan 1433 H (Agustus 2012) kemarin. Ritual thawaf ini merupakan salah satu rukun yang harus dikerjakan bagi setiap jemaah apabila sedang menunaikan ibadah umrah maupun haji.
Pertanyaan: 

Hukum Pemberangkatan Haji dengan Program MLM 

Selamat pagi Kementerian Agama, belakangan ini banyak berita mengenai jemaah umrah yang terlantar selama perjalanannya menuju ke Arab Saudi, bahkan ada yang gagal berangkat ke Tanah Suci, lantas seperti apakah solusinya? Apakah benar, jika menunaikan ibadah haji atau umrah melalui program multi level marketing (MLM) dilarang oleh Pemerintah? Terima kasih. 
Pengirim: +628176645205 

Jawaban: 

Kementerian Agama Larang Berhaji Melalui MLM 

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Sesuai dengan perintah dan syariat Islam dalam alquran surat Ali Imran ayat 97 dijelaskan bahwa mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke baitullah. Selama ini, jemaah dari Indonesia sangat banyak jumlahnya untuk menunaikan ibadah haji atau umrah. 

Meski demikian, para calon jemaah haji atau umrah harus teliti sebelum pergi ke Tanah Suci. Alasannya, selama ini banyak biro travel yang menyelenggarakan umrah namun tidak memiliki izin. Sehingga ketika terjadi persoalan di lapangan, jemaah sering diterlantarkan atau bahkan gagal menunaikan ibadahnya. 

Untuk itu, apabila seseorang hendak berangkat, ia diharuskan memilih biro travel haji atau umrah yang sudah memiliki izin dari Kementerian Agama Republik Indonesia atau biro travel yang berkonsorsium dengan travel berizin tersebut. Terkait pemberangkatan haji atau umrah melalui program Multi Level Marketing (MLM), maka Kementerian Departemen Agama Republik Indonesia sudah menerbitkan surat edaran dari Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI No. Dj.VII/HJ-09/10839/2012. Isinya melarang kegiatan usaha biro perjalanan haji dan umrah dengan menggunakan sistem Multi Level Marketing (MLM). 

Sehubungan dengan makin maraknya penawaran untuk menunaikan ibadah haji dan umrah yang dilakukan oleh biro-biro travel melalui sistem Multi Level Marketing (MLM) dan banyaknya keluhan masyarakat terhadap MLM haji dan umrah. Baik yang mengemuka dalam pemberitaan media massa atau pengaduan secara per orangan. 

Selama ini Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Rl, hingga kini belum pernah menerbitkan Surat Izin Usaha Penjualan Langsung (SIUPL). Termasuk di dalamnya Multi Level Marketing (MLM) ataupun surat rekomendasi kepada perusahaan dengan sistem penjualan langsung untuk produk penyelenggaraan haji dan umrah. 

Kemudian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) telah mencabut rekomendasi Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan sertifikat syariah terhadap PT Arminareka Perdana tentang Penjualan Langsung Berjenjang Syariah (PLBS) atau Multi Level Marketing (MLM) sejak tanggal 13 Agustus 2012 lalu.

Sehubungan dengan adanya hal tersebut, untuk menghindari kerugian masyarakat yang ditimbulkan dari kegiatan PLBS atau MLM, kami mengharapkan agar masyarakat muslim menaatinya. Intinya, kegiatan PLBS atau MLM terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji dan umrah tidak dibenarkan. Demikian penjelasannya. 

Drs H Erizal Abdullah MH 
Kabid Penyelenggara Haji dan Umrah Kementerian Agama Provinsi Kepri
Penulis: Candra P. Pusponegoro
Editor: Candra P. Pusponegoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas