• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Batam

Endy Maulidi Tanggapi Dingin Dualisme Pengprov PSSI Kepri

Rabu, 27 Maret 2013 00:47 WIB
Laporan Tribunnews Batam, M Ikhsan

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN-
Endy Maulidi, yang masih diakui sebagai Ketua Pengprov PSSI Kepri dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Jakarta belum lama ini, menanggapi dingin dualisme yang masih terjadi pada Pengprov PSSI Kepri.

Sebenarnya tak hanya Kepri, 17 Pengprov lainnya hasil bentukan PSSI sebelumnya masih menjadi polemik. Caretaker PSSI, Roma Ardadan yang ditunjuk Djohar Arifin, setelah Pengprov Kepri di bawah Endy Maulidi dibekukan mengklaim pihaknya sudah dilantik sebagai pengurus yang sah oleh Djohar dan diketahui oleh KONI.
    
Namun hasil verifikasi peserta KLB sebelumnya, panitia pelaksana kongres menegaskan jika PSSI di bawah naungan Endy yang mewakili Kepri. Hal itu berdasarkan voters atau pemilik suara dalam KLB di Solo 9 Juli 2011 lalu. Secara otomatis PSSI pun harus mengakui Kepengurusan Pengprov PSSI Kepri yang dipimpin Endy Maulidy.
    
Sementara, Pengprov PSSI di bawah Roma Ardadan meradang. Pasalnya mereka yang justru ditunjuk Djohar untuk mengkudeta PSSI di bawah Endy sebelumnya. Namun atas pertimbangan Asosiasi Sepakbola Dunia (FIFA) dan Asian Football Confederation (AFC), ternyata Pengprov lama yang justru diakui untuk ikut KLB.
    
Terkait wacana gugatan oleh kedelapan Pengprov bentukan Djohar ke pengadilan arbitrase internasional atau Courts of Arbitration for Sports (CAS), Endy menanggapi santai hal ini. "Itu hak mereka sebagai WNI, kita nggak bisa menghalangi. Cuma lihat saja dan serahkan ke FIFA," ujar Endy, kemarin.
    
Endy mengatakan kompetisi level daerah yang dijalankannya juga terus berlanjut dengan program-program ke depan. "Kalau ada kompetisi lain, memangnya mereka mau naik ke kompetisi mana lagi?," herannya.
    
Seperti diketahui kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang menjadi kiblat Pengprov PSSI Kepri dibawah Endy, dalam hasil KLB baru-baru ini akan menjadi kompetisi resmi. Sementara Indonesia Premier League (IPL) yang menjadi kiblat kompetisi Pengprov di bawah Roma, akan dibubarkan dimana empat tim teratas IPL akan digabungkan ke ISL sebagaimana hasil dari unifikasi liga. (*)
Editor: Iswidodo
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas