Jumat, 15 Mei 2026

Kericuhan Warnai Pelantikan Pengurus PMII Kota Batam

Pelantikan Pengurus Cabang PMII Kota Batam di hotel Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Centre riuh, Sabtu (30/3/2013).

Tayang:
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Ricuh. Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Batam di hotel Pusat Informasi Haji (PIH) Batam Centre riuh, Sabtu (30/3/2013).

Selang 15 menit sejak acara dimulai pukul 13.30 WIB terjadi aksi dorong-dorongan belasan Pengurus Komisariat (PK) PMII dengan protokoler Pemerintah Provinsi Kepri hingga mengakibatkan kaca pintu ruangan di lantai dua itu pecah. 

Padahal Wakil Gubernur Kepulauan Riau, DR H M Soerya Respationo SH MH, saat itu hadir sebagai pembicara dalam kegiatan yang disatukan dengan dialog kebangsaan "Merekonstruksi Gerakan Mahasiswa di Era Demokrasi untuk Meningkatkan Peran serta Generasi Muda".

"Tadi ada belasan pengurus PMII yang kami usir paksa. Untuk pengamanan saja, soalnya mereka buat ricuh, sementara Pak Wagub ada di dalam. Perempuan, tadi yang pertama kali. Dia banting kertas saat SK (Surat Keputusan) dibacakan, tapi pelantikan tetap berjalan," ujar seorang protokoler dari Pemprov Kepri yang enggan disebutkan namanya. 

Hal itu dibenarkan Rizki Firmanda, Ketua PC PMII Kota Batam terpilih 2013-2014. Menurut Rizki, kericuhan itu dipicu permasalahan internal di PMII Kota Batam saat ini. "Permasalahan tadi internal saja. Elda tidak terpilih jadi sekretaris umum. Tadi dia sama rekan-rekannya atas nama komisariat (Pengurus Komisariat). Kami tidak tahu juga siapa di belakangnya," ujar Rizki, mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) STAI Ibnu Sina di lokasi. 

Namun saat dikonfirmasi, Elda Afriani, menampik hal tersebut. Elda mengakui saat ini memang terjadi permasalahan internal dalam tubuh PMII. Akan tetapi hal ini bukan dipicu kegagalannya menjabat sekretaris umum PC PMII Kota Batam. 

"Bukan karena saya gagal jadi sekretaris umum. Saya tidak terima pelantikan PC PMII Batam dikarenakan PMII Batam sedang dilanda banyak permasalahan internal. Makanya, saya dan anak-anak komisariat, tidak menerima pelantikan tersebut sebelum permasalahan internal ini diselesaikan dengan benar," tegas Elda yang juga menjabat ketua 1 PC PMII kota Batam 2013-2014 ini kepada Tribun. 

Namun demikian, suasana ricuh hanya berlangsung sebentar dan tidak mengganggu kelancaran kegiatan. Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo, yang saat itu didampingi Surya Makmur Nasution, Anggota Komisi II DPRD Kepri, juga tidak menyinggung kericuhan antara PC PMII dan PK PMII kota Batam dalam pemaparannya. 

"Mengutip kalimat dari Dorojatun Kuncorosakti, dia memrediksi NKRI ini tahun 2030, gambarannya, pendekatan sejarawan. Jadi merekonstruksi gerakan mahasiswa hari ini, sangat diperlukan dalam membangun masa depan bangsa kedepan," ucap Soerya.

Ia meminta kepada mahasiswa khususnya, dan masyarakat Kepri umumnya, untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan, tekad, dan semangat dimana saja berada. "Rugilah masa depan bangsa, jika justru mundur ke belakang. Eksistensi pembangunannya akan hilang," ujar orang nomor dua di Provinsi Kepri itu. (*)
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved