• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 16 September 2014
Tribun Batam

Peluang Kerja Bidang Jasa dan Perdagangan Terbuka Lebar di Karimun

Sabtu, 30 Maret 2013 23:28 WIB
Laporan Tribunnews Batam, Muhammad Sarih 

TRIBUNNEWSBATAM.COM, KARIMUN - Status Free Trade Zone (FTZ) atau kawasan perdagangan bebas yang disandang Pulau Karimun, Kepri, sedikit banyak sudah mulai terasa manfaatnya bagi daerah dan negeri ini. Puluhan ribu tenaga kerja lokal di sektor formal sudah tertampung dengan adanya perusahaan berskala multinasional yang berdiri di kawasan ini. 

Hanya saja masyararakt lokal daerah ini seolah lebih banyak menjadi penonton karena kurangnya kesiapan tenaga ahli dari sumber daya manusia yang ada. Namun demikian, peluang tetap terbuka lebar, terutama bagi sektor jasa dan perdagangan. 

“Masih banyak usaha yang belum tergarap. Masyarakat kita harus jeli menangkap peluang itu, terutama di sektor jasa yang banyak belum tergarap,” ujar Wakil Ketua Badan Pengusahaan (BP) Kawasan, Muhammad Tahar baru-baru ini. 

Ia mengatakan, bukan banyaknya investasi yang masuk ke daerah ini sebagai bentuk keberhasilan sebuah perjuangan pembangunan ekonomi masyarakat. Yang terpenting, katanya, efek ganda dari tumbuhnya investasi itu sendiri. 

“Jadi bukan banyaknya investasi atau nilai investasinya, tapi realitas investasinya, efek ganda Sebagian besar sudah mulai kita rasakan,” jelas Tahar. 

Saat ini industri berat seperti industri shipyard yang sudah menyampaikan minatnya berinvestasi, kata Tahar. Sudah mencapai 25 perusahaan. “Enam sudah berjalan. Dan inilah yang sudah banyak menciptakan lapangan kerja baru secara nasional,” jelas Tahar. 

Investor saat ini masih lebih memilih pulau Karimun ketimbang di luar daerah sebagai tujuan investasinya. Alasannya tentu karena status FTZ yang disandangnya. Hanya saja karena sudah semakin sempitnya pengembangan lokasi di daerah ini, maka ada kemungkinan ada pengembangan lahan investasi ke daerah pulau lain. 

Kemungkinan adanya perluasan lokasi investasi di luar Pulau Karimun mulai terbuka. Ini dapat dilihat sudah ada beberapa perusahaan yang sudah melakukan penjajakan investasi di bidang industri besar seperti shipyard ke Pulau Moro Kecamatan Moro dan Pulau Parit Kecamatan Karimun. 

“Tentunya, industri shipyard lebih memilih pulau Karimun, karena ada fasilitas FTZ-nya itu. Tapi sudah ada beberapa investor shipyard penjajakan ke Moro dan Pulau Parit,” sebut Tahar yang juga Kepala Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kabupaten Karimun. 

Perluasan lokasi investasi, lanjut dia, memungkinkan saja jika luas lahan yang dibutuhkan di atas 20 hektare. “Fasilitas itu bisa diberikan kalau lokasinya di atas 20 hektare atau sekurang-kurangnya seluas itu. Caranya, kita akan bantu dengan status bonded zone atau kawasan berikat,” terangnya. (*)
Editor: Candra P. Pusponegoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
74392 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas