A PHP Error was encountered

Severity: 4096

Message: Object of class stdClass could not be converted to string

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Object of class stdClass to string conversion

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: Object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: controllers/articles.php

Line Number: 107

Adik Kandung BJ Habibie Kecewa Terhadap Keputusan Jamsostek - Tribun Batam
  • Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Minggu, 31 Agustus 2014
Tribun Batam

Adik Kandung BJ Habibie Kecewa Terhadap Keputusan Jamsostek

Jumat, 5 April 2013 11:22 WIB
Adik Kandung BJ Habibie Kecewa Terhadap Keputusan Jamsostek
Tribunnewsbatam.com/Istimewa
KLINIK GINJAL RSBK - Ny Sri Sudharsono Habibie (paling kanan) mendampingi Presiden RI, BJ Habibie (tanda tangan) saat meresmikan klinik ginjal RA Habibie di Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK), Kota Batam, Kepri pada Jumat (12/12/2009) lalu.
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria S.
 
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM -
Ny Sri Sudharsono, pemilik Rumah Sakit Budi Kemuliaan (RSBK) Kota Batam mengungkapkan kekecewaannya terhadap langkah PT Jamsostek (persero) pusat yang memutus secara sepihak kerja sama.

Ia merasa diperlakukan tidak adil dalam pemutusan kerja sama terkait layanan kesehatan para pemegang polis Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) Jamsostek itu.

"Suatu kerja sama nggak bisa diputuskan dalam sebulan. Paling lambat tiga bulan. Jamsostek pusat kok begitu, seperti tidak percaya pada rumah sakit di daerah," ujar Sri Soedarsono pada rapat dengar pendapat di DPRD Kota Batam, Kamis (4/4/2013).

Pemutusan kerja sama PT Jamsostek dengan RSBK dan RS Awal Bros yang berlaku sejak 1 April 2013 itu mengundang perhatian banyak pihak. Selain masalah itu terjadi tiba-tiba, kini banyak peserta Jamsostek yang merasa kebingungan dengan diputusnya kerja sama itu.

Sri Soedarsono memaparkan ikhwal pemutusan kerja sama itu. Menurutnya, langkah itu dilakukan tanpa berdasarkan prosedur yang baku.

"Ada tim Jamsostek kemari yang melakukan sidak. Saya nggak ketemu karena sedang menunaikan ibadah umrah. Terus kami kan cuma meminta, sisanya item paket itu dilakukan sambil berjalan saja," kata Sri Sudarsono.

Ia juga mempersoalkan harga paket item-item yang tidak sama antara semua rumah sakit, meskipun memiliki tipe sama.

"Kenapa harus ada perbedaan harga. Kami cuma minta persamaan kok. Misalnya kenapa RSAB dapat 150, tapi kami dapat 50, sementara tipenya sama. Sama-sama tipe B. Memang kami nggak punya gedung sampai setinggi itu, tapi bukan itukan yang jadi permasalahannya," keluh adik kandung BJ Habibie.

Dikatakan, sampai saat ini, RSBK masih tetap terbuka melayani para pasien. Bahkan tetap ingin bekerja sama dengan Jamsostek. Di lain pihak, Darmadi, Kepala Kantor Cabang PT Jamsostek Persero Batam I menampik tudingan PT Jamsostek dikatakan hanya memikirkan keuntungan sepihak dengan langkah yang mereka ambil.

Saat menjawab cecaran anggota komisi IV DPRD Batam, Rusmini Simorangkir, ia menyatakan bahwa upaya kerja sama sudah dilakukan pihaknya sampai akhir Maret 2013 lalu, namun tidak kunjung ada titik temu.

"Kami nggak memikirkan keuntungan. Sebelum pemutusan bahkan kami langsung menyiapkan tiga rumah sakit pengalihan untuk mengantisipasi pasien Jamsostek sesaat sebelum pemutusan hubungan kerja sama," ujar Darmadi.

Dijelaskan, sebenarnya tidak ada masalah personal antara pihaknya dengan RSBK. Selama kerja sama sejak 2009 lalu, antara keduanya menggunakan pola fee for service. Bentuk kerja sama itu berakhir Desember 2012 lalu.

"Kemudian dilanjutkan dengan sistem paket per 1 Januari 2013. Sistem paket ini ada 70 item. Antara kami sudah sering ada pertemuan. Sayangnya belum pernah ada kata deal," katanya.

Diakui juga, hingga per 8 Februari lalu, terdapat sejumlah item paket yang sudah disepakati RSBK, yakni 36 item. Sisanya RSBK minta sambil berjalan, katanya.

Selepas itu tim Jamsostek Pusat melakukan kunjungan ke RSBK. Namun sebulan setelah sidak ternyata juga tidak ada kemajuan maka pihaknya diperintahkan untuk memutuskan kerja sama.

"Dan itu tidak cuma ke RSBK, tapi ke semua RS lain yang ada kerja sama dengan kami," papar Darmadi lagi.

Dijelaskannya, sistem paket yang diterapkan Jamsostek, adalah bagian dari transformasi yang akan dilakukan perusahaan jaminan bagi tenaga kerja ini menjadi BPJS per 1 Januari 2014 mendatang. Untuk sampai ke BPJS, Jamsostek berharap tidak ada lagi masalah utang yang mengganjal.

"Kami buat SP3 (Sistem Paket Pelayanan Pembayaran) tujuannya memudahkan dalam memverifikasi biaya, khususnya saat pihak RS yang bekerja sama menagih kepada kami," terang Darmadi. (*)
Editor: Candra P. Pusponegoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
75131 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas