Rabu, 2 September 2015

PNS Dispenda Kepri Akui Palsukan Stempel di Kantor Samsat

Jumat, 5 April 2013 11:59

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Nurmansyah Hadi Putra alias Putra, PNS Dispenda Kepri yang bertugas di kantor Samsat Kepri Batam, didakwa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Chadafi melakukan pemalsuan dokumen negara, Kamis (4/4/2013) di Pengadilan Negeri Batam, Batam Centre.

Terdakwa dijerat pasal 263 ayat (1) jo pasal 55 KUHPidana. Perbuatan tersebut dilakukan terdakwa yang bertugas di bagian pelayanan Samsat, penetapan kendaraan baru dan mutasi kendaraan dengan cara memalsukan stempel dan paraf petugas dalam penerbitan STNK baru.

Pada persidangan yang dipimpin majelis hakim yang diketuai, Jack Johanis Octavianus didampingi Sobandi dan Ranto Indra Karta, JPU menghadirkan 4 saksi dari pihak kepolisian yang bertugas di kantor Samsat. Satu di antaranya yakni Kombes Patar Gunawan yang kini menjabat Kapolres Tanjungpinang.

Saksi Kombes Patar Gunawan sebagai juru bicara menerangkan, duduk persoalan kasus tersebut terungkap dari ditemukannya STNK baru yang tak sesuai mekanisme penerbitan sebagaimana mestinya.

"Kami menemukan pembayaran penerbitan STNK yang tak melalui SOP, melainkan diproses sendiri menggunakan stempel palsu," ucap Patar di persidangan.

Ia menerangkan mekanisme pembayaran STNK yang sesuai standar yakni, masyarakat melakukan pendaftaran, kemudian petugas kepolisian meneliti berkas. Setelah ditetapkan nilai pajaknya oleh petugas lain, kemudian masyarakat melakukan pembayaran. Terakhir, petugas kepolisian membubuhkan paraf dan cap pada STNK yang baru diterbitkan.

Setelah adanya temuan tersebut, petugas kepolisian melakukan pengecekan dan menemukan stempel palsu pada Ilyas hingga nama Nurmansyahpun ikut disebut-sebut.

Halaman12
Editor: Candra P. Pusponegoro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas