Bank Riau Bidik Usaha Kecil Mikro, Customer Bisa Transaksi di Mal

Bank Riau Kepri punya pangsa pasar sendiri, yaitu pegawai negeri sipil dan usaha mikro.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Bank Riau Kepri menargetkan menjadi BPD Regional Champions (BRC) tahun 2014 mendatang. Komisaris Bank Riau Kepri, Chairisman Rasahan mengatakan, beberapa indikator untuk mencapai target tersebut sudah ada di depan mata. Seperti total aset yang sudah mencapai Rp 19 triliun serta persiapan menuju go public.

“Bank Riau Kepri sekarang untuk luar Jawa termasuk BPD yang besar, asetnya sudah Rp 19 triliun lebih. Permodalan juga rata rata di atas Rp 1 triliun. Dan Bank Riau Kepri pun sedang menuju Go Public setelah menerbitkan obligasi,” kata Chairisman usai acara Majelis Temu Ramah FKDK/P BPDSI Wilayah Barat di hotel Planet Holiday, Kamis (4/4/2013) malam.

Bank Riau Kepri, punya pangsa pasar sendiri, yaitu pegawai negeri sipil dan itu yang coba tetap dipertahankan selain terus berusaha mengembangkan sayap ke usaha mikro. Pengembangan usaha ke bidang UKM ini ditempuh melalui beberapa cara seperti membuka kedai-kedai di wilayah tepi serta butik di mal.

“Kehadiran butik di mal ini merupakan salah satu teknik pendekatan ke usaha kecil, karena di mal banyak UMKM, jadi kami dekat dengan pangsa pasar," ujarnya.

Upaya lainnya adalah dengan bersinergi bersama bank bank perkreditan rakyat (BPR). "Pasar usaha kecil mulai naik. Pasar pegawai negeri tidak akan ditinggalkan karena itu core terbesar. Saat ini perbandingannya masih 30 produktif dan 70 konsumtif. Kami akan terus mengejar sektor-sektor produktif ini supaya rasionya lebih besar dibanding konsumtif," kata Chairisman.

Pengembangan sayap juga dilakukan Bank Riau Kepri dengan mempersiapkan pemisahan unit usaha syariah untuk menjadi bank umum. "Akan kita susul roadmap untuk speed off nya," kata Chairisman.

Sementara itu, untuk mencapai tujuan meraih BPD Regional Champions, para direksi BPD diminta untuk lebih gaul dalam menjalankan tugasnya utamanya pendekatan kepada kepala daerah. Hal ini untuk mempercepat tujuan BPD Regional Champions.

"Tapi gaulnya bukan dengan memberikan gratifikasi," kata Kepala BI Batam Amanlison Sembiring usai membuka Rakerwil Forum Komunikasi Dewan Komisaris/Pengawas Bank Pembangunan Daerah (FKDK/P DPD) se-wilayah Barat, 4 6 April 2013 di hotel Harmoni, Jumat (5/4/2013).

Amanlison yang didaulat jadi keynote speaker menuturkan sudah tidak zamannya lagi untuk bermain, akan tetapi harus bisa memberi solusi dan terobosan mengenai keuangan daerah yang lebih baik.

"Katakan tidak pada Pemda bila mereka minta fee setiap transaksi yang menyangkut bank seperti pembayaran gaji PNS dan lain sebagainya," kata dia.

Amanlison juga mengimbau kepada para direksi atau pengawas BPD untuk senantiasa sigap dan cakap dalam menjalankan pengawasannya di masing masing BPD. Salah satu contoh penting ialah dengan membuat catatan tentang apa yang sudah diarahkan kepada para pelaksana (direksi).

"Kedudukan direksi atau pengawas sangat penting, karena mampu mengarahkan direksi untuk bersinergi dengan kepala daerah dalam mengisi pembangunan. BPD juga sangat seksi bagi daerah, apalagi jelang Pemilukada, karena kalau sudah diobok obok KPK baru nanti kebingungan," ungkapnya. (tik/mau)

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved