DPRD Jambi Sorot Kinerja Petugas KUA Yang Melakukan Pungli

Ketua Komisi D DPRD Kota Jambi Fuad Safari sangat menyesalkan tindakan oknum di KUA yang tidak mengikuti aturan.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, JAMBI - Adanya pungutan liar (pungli) terkait pengadaan duplikat buku nikah di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) di Kota Jambi mendapat perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi. Ketua Komisi D DPRD Kota Jambi Fuad Safari sangat menyesalkan tindakan oknum di KUA yang tidak mengikuti aturan.

"Setahu kami tidak ada itu. Sederhana saja kita ikuti aturan yang berlaku," katanya saat dihubungi Tribun Jambi, melalui telepon selulernya, Jumat (12/4/2013).

Politisi Partai Demokrat ini meminta pada Kementerian Agama Kota Jambi untuk turun ke KUA-KUA melakukan penertiban. Namun, Fuad tidak menampik jika ada masyarakat yang memberikan uang sebagai ucapan terima kasih. "Ya seikhlasnya. Kalau ditetapkan begitu namanya penekanan," tambahnya.

AR Sayuti, Kepala Departemen Agama Kota Jambi mengatakan, dalam pengurusan buku nikah itu tidak ada biaya yang dibebankan kepada warga alias gratis. Seperti diberitakan Tribunnews, Aulia (20), warga Kota Jambi kesal saat dimintai uang Rp 400 ribu oleh petugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Jambi Selatan. Ia ke KUA tersebut untuk meminta duplikat buku nikah tantenya yang hilang.

Lia ngotot meminta kwitansi atas uang yang dia berikan. Namun, tidak diberikan. Di situ dia berdebat dengan pegawai KUA yang akhirnya menyuruhnya langsung ke Kepala KUA. Pungutan liar ini tidak cuma terjadi di KUA Jambi Selatan. Yani (21), seorang warga kepada Tribunnews juga menceritakan pengalamannya di KUA Pasar Jambi.

Ia yang meminta duplikat buku nikah neneknya dimintai Rp 200 ribu. Kepala KUA Jambi Selatan, Sofwan membantah hal itu. Ia menjelaskan, stafnya tidak diperbolehkan menarik ataupun menetapkan biaya pembuatan duplikat buku nikah.

"Kalau di kantor saya, tidak ada sama sekali staf yang menarik ataupun meminta uang kepada pembuat duplikat. Tapi kalau ucapan terima kasih kami menerimanya," katanya.

"Kalau mereka tanya ya kami menjawab, kadang ada yang memberi Rp 100 ribu, Rp 150 ribu atau yang lainnya. Sesuai keikhlasan dan kemampuan mereka saja," ujarnya. Kepala KUA Pasar Sataria mengatakan, untuk pembuatan duplikat buku nikah tidak dipungut biaya alias gratis.

"Memang tidak ada penetapan biaya untuk pembuatan duplikat buku nikah, hanya keikhlasan dari mereka saja," katanya, Rabu (10/4/2013). (tribun jambi/rep/min)

Editor: Candra P. Pusponegoro
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved