Kelakuan Sopir Angkot Saat Menganiaya Anggota Reserse Narkoba

Sutrisno (31), anggota Satuan Narkoba Polrestro Jakarta Timur, babak belur dihajar Togar Hutajulu (29), sopir angkutan umum Mikrolet M-01.

WARTAKOTA.TRIBUNNEWS.COM, JATINEGARA - Ajun Inspektur Satu Sutrisno (31), anggota Satuan Narkoba Polrestro Jakarta Timur, babak belur dihajar Togar Hutajulu (29), sopir angkutan umum Mikrolet M-01 jurusan Kampung Melayu-Senen di terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta, Selasa (16/4/2013).

Togar bahka menuduh Aiptu Sutrisno sebagai polisi gadungan. Pasalnya saat itu Sutrisno yang merupakan reserse narkoba ini mengenakan pakaian sipil. Konflik terjadi karena Togar tidak diterima ditegur oleh Sutrisno, saat Togar berhenti atau mengetem atau memarkirkan mikroletnya di akses masuk terminal Kampung Melayu menunggu penumpang.

Akibat mikrolet Togar yang ngetem di depan akses masuk, kemacetan panjang di luar terminal di Jalan Otista menuju Jalan Jatinegara Barat tak terhindari. Karena kemacetan yang disebabkan mikrolet Togar, Sutrisno meminta agar Togar jangan berhenti di akses masuk itu.

"Anggota kami itu menegur sang sopir baik-baik. Ia meminta agar sopir menjalankan angkotnya agar tidak mengganggu arus lalulintas di sana," kata Kepala Sub Bagian Humas Polrestro Jakarta Timur, Komisaris Didik Hariyadi kepada Warta Kota, Selasa (16/4/2013).

Namun, kata Didik, Togar yang diketahui warga Kalibata Timur, Pancoran, Jakarta Selatan itu tidak mau memajukan kendaraannya. Togar juga tidak diterima ditegur oleh Sutrisno. Bahkan Togar mempertanyakan siapa Sutrisno.

"Memangnya siapa kamu," kata Didik menirukan perkataan Togar. Tidak mau berdebat panjang, Sutrisno langsung mengatakan bahwa dirinya adalah anggota kepolisian Polres Metro Jakarta Timur.

Togar tidak percaya. Ia meminta Sutrisno menunjukkan kartu identitas anggota kepolisian miliknya.

Sutrisno pun menunjukkan kartu anggota kepolisian miliknya kepada Togar. Anehnya Togar justru semakin beringas. Ia menuduh Sutrisno menggunakan kartu anggota palsu. Togar menganggap Sutrisno adalah polisi gadungan atau orang yang mengaku-ngaku polisi.

Merasa akan diperdayai, Togar lalu memukul wajah Sutrisno berkali-kali hingga mulut Sutrisno berdarah.

Sutrisno yang menerima serangan Togar secara tiba-tiba tak sempat mengelak. Wajahnya babak belur.

"Pelaku menuduh anggota kami menggunakan kartu identitas palsu dan langsung melayangkan pukulannya ke wajah Sutrisno. Anggota kami itu pun terluka hingga mulutnya mengeluarkan darah," kata Didik.

Dengan wajah lebam, Sutrisno melaporkan peristiwa yang menimpanya ke Polrestro Jakarta Timur.

Didik mengatakan, tak lama usai peristiwa pemukulan tersebut, dan Sutrisno melaporkannya ke Polrestro Jakarta Timur.

Togar sang sopir angkot nekat itu berhasil dibekuk petugas dan dibawa ke Mapolres Metro Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan. Sedangkan Sutrisno dibawa ke RSCM untuk menjalani visum. "Pelakunya masih kami periksa," kata Didik.

Didik menambahkan, atas perbuatannya sang sopir mikrolet, Togar, akan dikenai pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara. (warta kota/bum)

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved