Tragis! Usai Menembak Istri, Budi Langsung Bunuh Diri

Diduga Budi menembak kepala istrinya itu kemudian bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri.

Tragis! Usai Menembak Istri, Budi Langsung Bunuh Diri
Tribunnewspalembang.com/Istimewa
FOTO KELUARGA - Pasangan suami istri, Budi Satria (29) dan Martalia (19), dan Raihan (2,5). Budi dan Martalia ditemukan tewas berpelukan di ranjang dalam kamar rumah di Perumahan Talang Kelapa, Blok 4, RT 28/07, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang Alang Lebar (AAL), Palembang, Sumatera Selatan, Senin (15/4/2013) sekitar pukul 15.00 WIB.

Diduga Budi menembak kepala istrinya itu kemudian bunuh diri dengan cara menembak kepalanya sendiri. Peristiwa tragis itu diperkirakan terjadi pukul 05.00 atau delapan jam sebelum jenazah keduanya dilihat Murni (67), nenek Lia.

Sekitar pukul 05.00 itu, Murni yang hendak salat subuh mengaku sempat mendengar suara letusan dua kali, tetapi dia mengira itu suara balon milik Raihan (2,5), putra Budi dan Lia yang tidur sekamar dengan orangtuanya.

Murni bahkan pada pukul 11.00 sempat bermain dengan Raihan di ruang keluarga. Raihan keluar kamar tanpa menyadari ayah dan ibunya sudah tidak bernyawa. Dilihat dari posisi jenazah dan tempat tidur, besar kemungkinan Raihan melangkahi kaki ayah dan ibunya itu untuk keluar kamar.

Puas bermain dengan buyutnya, Raihan menangis pukul 15.00 karena lapar. Murni, yang menduga cucu dan cucu menantunya masih tidur, masuk ke kamar untuk meminta Lia membuatkan susu sekalian memandikan Raihan. Betapa kaget dia mendapati kepala Budi dan Lia sudah bersimbah darah.

"Saya sebetulnya mulai curiga ketika sore hari tak juga ke luar. Saya masuk lalu senggol-senggol kakinya, ternyata sudah meninggal," kata Murni dibincangi Tribun semalam.

Murni sempat bertemu Lia sekitar pukul 03.00 (dua jam sebelum suara tembakan). Ketika itu Lia keluar kamar menuju dapur untuk membuatkan susu Raihan. Murni menanyakan apakah Budi sudah pulang. Dijawab Lia, Budi sudah pulang tetapi sedang demam. Setelah itu Lia kembali masuk ke kamar. Dua jam setelah itu terdengar suara letusan.

"Tar, tar. Saya kira itu bunyi balon pecah. Sebab Raihan itu sering membawa balon waktu tidur. Saya juga dengar suara rengekan anak kecil, tapi saya kira anak tetangga," ujar Murni.

Baru Pulang

Murni sungguh tak menyangka keduanya tewas. Ia baru menyadari percakapan dengan Lia sekitar pukul 03.00 itu, menjadi yang terakhir kalinya.

Sebelum kejadian itu, Budi pulang dari tempatnya bekerja di perkebunan sawit di Muba, Minggu (14/7) sekitar pukul 23.00. Tiba di rumah kontrakan itu, Budi, Lia dan anaknya Raihan tidur di kamar depan. Sementara Murni pada malam itu memilih tidur di ruang tengah. Belum diketahui motif Budi mengakhiri hidup istri dan dirinya.

Budi dan Lia tewas dengan bekas luka di kepala. Keduanya dalam posisi berbaring di tempat tidur. Budi hanya memakai celana pendek. Di kedua lengannya ada tato bercorak batik. Sedangkan Lia yang posisinya berdampingan hanya menggunakan kaos ketat biru tanpa lengan.

Halaman
12
Editor: Candra P. Pusponegoro
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved