Rabu, 5 Agustus 2015
Home » Jiran

Kisah Heroik Tragedi Boston, Carlos Lari Mendekati Korban Bom

Kamis, 18 April 2013 08:30

Kisah Heroik Tragedi Boston, Carlos Lari Mendekati Korban Bom
www.washingtonpost.com
Carlos Arredondo, seorang aktivis antiperang.

Carlos secara sigap menggunakan pakaian dan handuknya untuk menyumbat pendarahan korban ledakan. Padahal tidak sedikit di antara penonton yang berusaha menyelamatkan diri.

"Saya melompat pagar setelah ledakan pertama dan semua melihat darah dan orang orang dengan kaki yang hilang," katanya kepada ABC News. "Aku melihat orang dewasa, jauh lebih muda dari diriku sendiri wanita, pria, cukup banyak orang berhamburan."

Dalam satu foto yang tersiar, Carlos membantu seorang korban yang kakinya terluka dan bersimbah darah bersama petugas medis. Dia terus berbicara kepada korban agar tidak kehilangan kesadaran. Dalam foto terlihat dia menekan arteri kaki pria yang kakinya putus itu.

Ketika bom meledak, Carlos dan istrinya Melida Arredondo berada di tribun VIP dekat Boylston Street garis finis maraton. Mereka sedang menunggu pelari terakhir dari Garda Nasional, mewakili pelari dari Fallen Maine, organisasi yang didirikan untuk menghormati marinir yang tewas sejak serangan teror 11 September 2001. Salah satu pelari didedikasikan dalam lomba maraton khusus untuk putra Carlos.

"Ada darah di lantai, darah di mana mana. Lalu apa yang Anda lihat adalah tulang di mana mana, maksud saya di mana-mana" katanya.

Carlos segera berlari dan bertindak setelah bom meledak. Aksinya dapat dilihat dalam serangkaian foto dan video di lokasi ledakan. Dia membantu korban yang tergeletak dan membuka jalan bagi petugas medis untuk merawat luka korban.

Dia terguncang dan gemetar saat mencengkeram bendera Amerika Serikat yang ternoda oleh darah. Istrinya sangat emosional karena teringat akan kematian putranya.
Dibungkus panci presto

Halaman12
Editor: Candra P. Pusponegoro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas