Warga Desa Air Raja Segera Miliki Pelantar dan Dermaga
Warga desa Air Raja Provinsi Kepri membangun pelantar dan dermaga sederhana bersama-sama.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Warga Desa Air Raja Provinsi Kepri membangun pelantar dan dermaga sederhana bersama-sama. Pembangunan ini menggunakan dana langsung dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.
Menurut Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Kadisnaker) Kota Batam, Zarefriadi, dermaga sederhana itu bukan menjadi goal utama bantuan tersebut.
Melainkan, dengan adanya pembuatan dermaga sederhana itu mampu memberikan stimulasi untuk mengatasi pengangguran sementara warga desa Air Raja Kecamatan Galang itu.
"Bukan hasil fisik yang jadi fokusnya. Tapi dengan kegiatan ini ada lapangan kerja sementara buat warga. Menjadi tambahan pekerjaanlah, makanya namanya juga bukan upah. Tapi uang perangsang kerja," ujar Zarefriadi, Jumat (19/4/2013) pagi.
Rata-rata warga desa Air Raja memang bermata pencahrian sebagai nelayan. Namun, tidak setiap saat hal itu dapat dilakukan oleh nelayan. Mengingat faktor alam yang ada.
"Mereka tetap jadi nelayan, tidak akan kami ubah pekerjaannya. Tapi kami bantu aksesnya, kalau misalnya laut sedang tidak bagus mereka bisa tetap punya penghasilan. Dengan ada dermaga inipun mempercepat penjualan hasil lautnya," jelas Zarefriadi lagi.
Melibatkan sekitar 86 orang warga, dari 771 jiwa yang ada di Air Raja, pembuatan dermaga menghabiskan dana hingga Rp200 juta. Dengan masa kerja efektif 12 hari, warga menyelesaikan dermaga sepanjang 140 meter, lebar 1,8 meter dan berjumlah hok 1.760 itu.
"Per harinya, uang perangsang kerja berkisar Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu. Dibagi-bagi, untuk pekerja Rp 45 ribu per hari, lalu Kepala Kelompok Rp 50 ribu per hari, dan untuk Tukang Rp 50 ribu per hari," tambah Zaref. (*)