• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 23 Oktober 2014
Tribun Batam

Muslim Bidin: Hasil Ujian Nasional Pelajar Batam di Luar Harapan

Selasa, 23 April 2013 14:27 WIB
Muslim Bidin: Hasil Ujian Nasional Pelajar Batam di Luar Harapan
Tribunnewsbatam.com/Candra P. Pusponegoro
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Drs Muslim Bidin MM
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria S.

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Drs Muslim Bidin MM pesimis dengan hasil Ujian Nasional (UN) siswa-siswi di Batam.

Ditemui di sela-sela peninjauan UN di SMP Negeri 28 bersama Wali Kota Batam, Drs H Ahmad Dahlan MM, dan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Yatim Mustofa mengungkapkan, kekurangan soal dan lembar jawaban komputer dikhawatirkan memengaruhi target pencapaian kelulusan siswa.

"Tahun lalu target kelulusan kita 85 persen, sementara pencapaiannya 97,2 persen. Tapi sekarang, kami tidak berani menetapkan target 97,3 persen, paling 90 persen saja. Karena UN sekarang rentan. Pertama fotokopian LJK itu seharusnya tidak boleh. Karena seharusnya LJK sesuai dengan barcode," ujar Muslim pesimis, Selasa (23/4/2013).

Ia bahkan tak ragu mengatakan bahwa sekolah belum siap dengan sistem UN ini. Namun, karena ini merupakan sistem dari pusat, daerah wajib mengikutinya.

"Standarnya bisa turun. Kita belum siap dengan sistem ini. Bukan cuma LJK yang nggak boleh di fotokopi. Masalah identitas siswa pun harus sesuai. Singkatan nama di soal, harus sama dengan yang ada di LJK.

"Misalnya saya, Muslim Bin Bidin yang ditulis di lembar soal fotokopian itu. Padahal sebenarnya yang sesuai dengan kepesertaan adalah Muslim Bidin, itu bisa jadi masalah juga," terangnya lagi.

Sebab, untuk peserta UN jenjang SMA, pemindahan jawaban ke LJK yang asli, dilakukan di pusat. Sementara untuk SMP di provinsi. Tak cuma di tingkat kota, Yatim Mustofa sendiri, ikut tak percaya diri dengan hasil UN nanti.

"Kepri target kelulusan tahun ini 96 persen. Sedangkan total pencapaian kelulusan tahun kemarin sendiri mencapai  98,66 persen. Turun memang, karena kami juga takut dengan sistem UN kali ini sangat berpengaruh," kata Yatim. (*)
Editor: Candra P. Pusponegoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
78211 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas