Garuda Tunda Darati Bandara RHF Tanjungpinang
Gubernur HM Sani kecewa dengan adanya penundaan maskapai Garuda mendarati bandara Raja Haji Fisabilillah
Laporan Tribun Batam, Thom
TRIBUNBATAM, TANJUNGPINANG - Gubernur HM Sani kecewa dengan adanya penundaan maskapai Garuda mendarati bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang.
Penundaan terjadi karena belum adanya persetujuan Kementerian Perhubungan RI sehingga rencana penerbangan perdana rute Tanjungpinang-Jakarta 15 Mei 2013 diundur pada waktu yang belum ditentukan.
Terkait hal itu, Gubernur memerintahkan Kadishub Kepri Muramis untuk membicarakan permasalahan ini dengan Kementerian Perhubungan .
"Saya merasa kecewa. Kenapa itu (penerbangan perdana Garuda_red) bisa ditunda. Padahal pada prinsipnya saya sudah katakan yes," ungkap Sani ketika dimintai tanggapan di Gedung Daerah Kota Tanjungpinang, Rabu (22/5) siang.
Sani mengaku ada surat yang masih harus dikeluarkan oleh Kemenhub RI. Namun, dia tidak menyebutkan surat apa yang masih harus ditunggu dari Kemenhub itu.
Atas dasar itu, Sani lantas meminta Muramis untuk menanyakan apa persis permasalahan terkait ditundanya rencana penerbangan perdana Garuda ke Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi Kepri ini. "Pokoknya, apa pun permasalahannya harus diselesaikan," tandas Gubernur.
Kepala Dinas Perhubungan Kepri, Muramis mengatakan, penundaan penerbangan perdana Garuda karena belum dikeluarkannya suray izin penerbangan dari Kemenhub RI.
Dan, permasalahan itulah yang hendak diselesaikan Dishub Kepri dalam waktu dekat sehingga rencana penerbangan Garuda ke Tanjungpinang bisa lebih dipercepat.
"Kota Tanjungpinang adalah satu-satunya ibu provinsi yang belum diterbangi Garuda. Sementara rute Batam - Medan dan Batam - Pekanbaru, sudah diterbangi Garuda. Makanya kita akan tetap berusaha supaya Garuda secepatnya bisa menerbangi Tanjungpinang. Karena ibu kota provinsi ini akan punya nilai jual tersendiri kalau sudah diterbangi Garuda," aku Muramis. (tom)
Menurut Muramis, penerbangan Garuda dengan rute Jakarta - Tanjungpinang - Jakarta sedang ditunggu oleh masyarakat Kepri saat ini. Karena itu dia mengharapkan supaya persoalan yang tengah dihadapi itu bisa diselesaikan secara baik.
Dan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, akunya, akan siap memberikan bantuan dalam hal apa pun demi mendukung penerbangan Garuda di ibu kota provinsi Kepri ini.
"Pak Gubernur memang agak kecewa. Karena Garuda sudah janji untuk terbang tetapi belum juga terbang. Apa pun masalahnya pasti kita bantu. Pokoknya Garuda bisa terbang," tandasnya lagi.
Dukungan yang sudah diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) antara lain ditunjukkan dengan pembebasan lahan untuk akses jalan masuk ke bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) Kota Tanjungpinang.
Pembebasan lahan ini menjadi tanggungan Pemko Tanjungpinang. Sementara Pemprov Kepri menanggung pembangunan akses jalan masuk ke bandara dan pemotongan bukit yang sudah dilakukan sejak 2 tahun silam.
"Kalau soal landasan pacu, itu tak ada hubungannya dengan Dishub. Ini jadi tanggungan pihak Angkasa Pura (AP) II selaku BUMN," jelas Muramis.