Aksi Koboi Polisi Ditangkap Satreskrim Polresta Barelang

Tim Sat Reskrim Polresta Barelang menguak aksi koboi para polisi setelah meringkus Juniarti.

Aksi Koboi Polisi Ditangkap Satreskrim Polresta Barelang
Tribunnewsbatam.com/Argianto DA Nugroho
Kapolda Kepri Brigjen Pol Yotje Mende
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Tim Sat Reskrim Polresta Barelang menguak aksi koboi para polisi setelah meringkus Juniarti.

Wanita inilah yang pertama kali berkenalan dengan Salim dan Razak sejak di atas kapal dari Pasir Gudang, Malaysia menuju Batam. Diketahui selama ini Juniarti juga masih aktif menjalankan aktivitasnya sebagai calo TKI ilegal.

Juniarti ditangkap di tempat persembunyiannya di daerah Batu Besar. Setelah itu baru Desi dan empat anggota polisi aktif, yang masing masing ditangkap di Tanjungpiayu dan Batam Centre.

Pemerasan diduga menjadi motif utama kasus ini. Komplotan ini menggerebek tempat WNA menginap dengan menggertak sebagai pelaku penyelundupan manusia.

Seperti pengakuan korban, Halim, sebelumnya, informasi juga dipaparkan petugas di lingkup Reskrim Polresta Barelang, bahwa para pelaku kala itu mengaku anggota polisi.

Dengan pancingan dua perempuan, kedua korban diminta datang ke kantor polisi untuk menyelesaikan urusan. Kedua korban pun mengikuti perintah itu. Namun, cerita menjadi lain ketika di perjalanan.

"Pelaku sempat mengaku dirinya polisi, hingga akhirnya memeras korban," kata sumber itu lagi.

Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono mengatakan, kasus ini mendapatkan atensi besar dari Kapolda Kepri, Brigjen Yotje Mende.

"Kasusnya masih dikembangkan di Mapolda Kepri, namun demikian ketujuh pelaku sudah dilimpahkan ke Mapolda Kepri," kata Hartono.

Hartono menegaskan, kasus ini bukanlah perampokan, akan tetapi murni penculikan dan pemerasan yang melibatkan empat orang anggota polisi.

"Jika benar dugaan ada keterlibatan anggota polisi akan kita proses sesuai hukuman berlaku, sebagaimana atensi dari Bapak Kapolda," ungkapnya.

Disinggung mengenai senjata api milik Polri yang digunakan pelaku dalam penculikan dan pemerasan itu, Hartono belum bisa memberikan keterangan.

Namun informasi sementara menyebutkan sejata api laras panjang itu milik Brig David Rifai yang merupakan anggota Shabara Polres Lingga. Dirinya di Batam sedang dalam rangka tugas melakukan pengawalan. (apr/mau)

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved