Sopir Perwira Polda Kepri Culik WNA, Empat Polisi Ditangkap

Aksi penculikan terhadap warga asal Malaysia di Hotel 01 Batam Centre yang dilakukan sekelompok pria berbadan tegap akhirnya terkuak.

Sopir Perwira Polda Kepri Culik WNA, Empat Polisi Ditangkap
Tribunnewsbatam.com/Argianto DA Nugroho
Kapolda Kepri Brigjen Pol Yotje Mende (kiri) dan Kabag Humas Polda Kepri AKBP Hartono
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Aksi penculikan terhadap warga asal Malaysia di Hotel 01 Batam Centre yang dilakukan sekelompok pria berbadan tegap akhirnya terkuak. Empat oknum polisi, termasuk sopir wakil Direktur Reskrim Polda Kepri, terlibat dalam aksi tersebut.

Bersama tiga warga sipil lainnya, ketujuh pelaku ditangkap tim Satuan Reskrim Polresta Barelang, Kamis (30/5/2013) dinihari. Mereka adalah Juniarti binti Parbek (39), Sunaryo bin Samin (42), dan Desi (30), yang merupakan warga biasa.

Sedangkan oknum polisi itu, Brig David Rifai--anggota Satuan Sabhara Polres Lingga, Brig Julia Hendra anggota satuan Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Kepri, Bripda Raja Inal Akbar Siregar anggota Ditreskrimum Polda Kepri dan Briptu Rizki, sopir Wakil Direktur Reskrimum Polda Kepri.

Berdasarkan informasi,ketujuh pelaku ditangkap di Batu Besar, Taman Raya, dan Tanjung Piayu, Batam. Polisi juga masih mengejar satu tersangka lagi, namun identitasnya masih disamarkan.

Empat polisi dan tiga warga sipil itu menculik Salim dan temannya, Razak, yang baru tiba di Hotel 01, tempatnya menginap pada Minggu (26/5/2013) malam. Kedua korban sempat disekap dan disiksa di sebuah kebun di kawasan Batu Besar, Nongsa. Sebelum menguras seluruh harta benda senilai Rp 150 juta, keempat polisi juga sempat memukulinya.

Bahkan Brig David sempat menembakkan senjata laras panjangnya ke tanah untuk menakut takuti. Setelah dianiaya dan dikuras hartanya, kedua korban dikembalikan ke hotel. Dari rekaman CCTV akhirnya petugas mengidentifikasi para pelaku.

"Juniarti dan Desi alias Susi dijadikan umpan untuk mengajak kedua korban bertemu di Hotel 01. Para pelaku merencanakannya di daerah Batam Centre. Keempat polisi bertugas sebagai eksekutor, sementara Sunarno sebagai sopir.

Saat menjemput dua korban, Sunarno menunggu di mobil di sebelah pos sekuriti bagian belakang hotel," ujar sumber di kepolisian yang tak ingin namanya disebutkan.

Aksi itu diduga diotaki Brig Julia dan Juniarti. Ironis, Juniarti merupakan orang yang pernah tertangkap sebagai pelaku trafficking. Sedangkan Julia sebagai penyidik kasus tersebut di Unit PPA.
Setelah kasusnya lewat, kini keduanya berkongkalikong menjalankan modus pemerasan dengan dalih menuding korbannya termasuk sindikat perdagangan manusia.

"Juniarti ini dulu tekong TKI ilegal yang pernah ditangkap unit PPA Polda Kepri, saat itu Brigadir Julia penyidiknya. Mungkin dari situ keduanya saling berkordinasi mengenai pengiriman TKI ilegal dari Batam ke Malaysia,"kata petugas itu.

Hingga kemarin, keempat polisi menjalani pemeriksaan di Direktorat Reskrimum Polda Kepri. Sementara tiga rekannya diperiksa di Satreskrim Polresta Barelang.

Sebagai barang bukti petugas menyita satu buah cincin milik korban, satu unit senjata laras panjang SS1 V2 yang diamankan dari tersangka Brigadir David, mobil Suzuki APV BP 1710 DB, dan Toyota Inova BP 1914 JY. Kedua mobil berwarna silver itu, tampak terparkir di depan Masjid Al Halim Mapolda Kepri. (apr/mau)

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved