• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Sabtu, 1 November 2014
Tribun Batam

Perolehan Nilai Ujian Nasional Matematika Alif Litania 10

Minggu, 2 Juni 2013 12:33 WIB
Perolehan Nilai Ujian Nasional Matematika Alif Litania 10
Tribunnewsbatam.com/Dewi Haryati
Alif Litania, siswi kelas IX SMPN 3 Batam meraih nilai 9,4 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, 9,8 Bahasa Inggris, 9,75 Ilmu Pengetahuan Alam, dan nilai sempurna 10 untuk Matematika. Ia memperoleh total nilai 38,60 untuk ke-4 pelajaran yang di-UN kan itu.
Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM
- Alif Litania, siswi kelas IX SMPN 3 Batam, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Sahir, Kepala Sekolah SMPN 3 Batam, mengumumkan, Tania menjadi peraih nilai Ujian Nasional (UN) SMP tertinggi tingkat Provinsi Kepulauan Riau.

Tak hanya Tania, rekannya Nabila Fitria, juga ikut dipanggil lantaran menduduki peringkat 5 terbaik se-Kepri. Sesekali remaja berkacamata itu, mengucek-ngucek matanya yang mulai memerah. Ia terharu dengan sambutan teman-temannya terhadap keberhasilannya itu.

Kepada Tribun, Tania mengatakan memang sudah menargetkan menjadi juara terbaik se-Kepri sejak awal kelas IX. Namun ia tak menyangka jika targetnya itu justru menempatkannya di urutan pertama perolehan UN terbaik se-Provinsi Kepulauan Riau.

"Memang udah ditargetkan bisa dapat peringkat terbaik se-Kepri, tapi nggak nyangka juga bisa dapat peringkat pertama," ucap Tania, Sabtu (1/6/2013) di sekolahnya SMPN 3 Batam.

Menurutnya, keinginan itu tak terlepas dari keberhasilan kakak kelasnya dahulu, Balqis. Dua tahun lalu, Balqis berhasil mengharumkan nama SMPN 3 Batam dengan menempati peringkat ke-2 hasil UN terbaik se-Provinsi Kepri.

"Kak Balqis yang jadi inspirasi saya. Makanya sejak kelas VII akhir, saya sudah menargetkan bisa meraih hal yang sama," katanya.

Jelang pelaksanaan ujian nasional, kata dara kelahiran Batam, 13 Juni 1998 ini, meski ia menargetkan bisa masuk 10 besar peringkat UN terbaik se-Kepri, namun ia tak terlalu memaksakan dirinya untuk selalu berkutat dengan buku.

"Masing-masing orangkan punya cara sendiri dalam belajar. Kalau saya nggak terlalu serius sih dalam belajar, nggak sampai jadi kutu buku juga. Santai tapi ngerti," ucap Tania menerangkan trik belajarnya.

Jelang UN, ia hanya fokus pada mengerjakan soal-soal UN di buku Detik-Detik UN. Menurutnya, materi UN sudah dipelajari sejak awal kelas IX, tinggal pemantapan saja dengan mengerjakan soal-soal.

Iapun tak memaksakan dirinya harus begadang hingga dini hari lantaran belajar. Paling lama, Tania memejamkan matanya pukul 22.30 WIB. Putri pasangan Sri Yuslina dan Tatot Tri Parijanto ini meraih nilai 9,4 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, 9,8 Bahasa Inggris, 9,75 Ilmu Pengetahuan Alam, dan nilai sempurna 10 untuk Matematika. Ia memperoleh total nilai 38,60 untuk ke-4 pelajaran yang di-UN kan itu.

Dari ke 4 pelajaran itu, Tania mengaku memang menargetkan mendapat nilai sempurna di pelajaran Matematika. Lantaran MTK adalah ilmu pasti dan ia sangat menyukai pelajaran itu. Selain menargetkan nilai sempurna untuk MTK, ia juga berharap hal yang sama pada pelajaran bahasa Indonesia dan IPA.

"Tapi yang paling ditargetkan itu memang MTK, kalau bahasa Indonesia dan IPA, nggak terlalu," katanya.

Sementara untuk pelajaran yang dikhawatirkannya yakni bahasa Inggris. Ia was-was nilai UN bahasa Inggrisnya tak memuaskan lantaran ketika mengerjakan soal UN bahasa Inggris beberapa waktu lalu, ia memang sudah meragu dengan jawabannya yang kebanyakan beda dengan teman-temannya.

"Ternyata bahasa Inggrisnya tinggi juga, saya udah khawatir aja karena setelah dicocokkan dengan teman-teman, jawabannya banyak yang beda," tutur remaja yang berniat lanjut ke SMAN 1 ini kepada Tribun.

Meski meraih predikat terbaik UN se-Kepri, Tania tak ingin menjadi sombong. Hal itupula yang selalu ia ucapkan dalam doanya. Ia bahkan menangis tatkala mengetahui ia menduduki peringkat pertama UN se-Kepri melalui sebuah jejaring sosial.

"Saya justru nangis waktu tahu itu. Ya doanya, semoga lebih dimudahkan lagi, dan jangan jadi sombong," ucapnya untuk dirinya sendiri.

Keberhasilan Tania ternyata tak lepas dari peran kedua orangtuanya. Sri Yuslina, ibunda Alif Tania kepada Tribun mengatakan, semangat belajar dari anaknya itu memang sudah muncul sejak di bangku sekolah dasar. Ia selaku orangtua hanya memfasilitasi anaknya tersebut.

"Dia berjuang, kami juga berusaha dengan memasukkannya ke tempat bimbingan belajar. Selama dia UN, kami orangtuanya juga selalu salat Dhuha dan puasa. Kami puas dengan hasil ini," ucap Sri bangga terhadap anak pertamanya itu.
Editor: Candra P. Pusponegoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas