• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Selasa, 21 Oktober 2014
Tribun Batam

Jefri Ciptakan Uang Palsu Lalu Dibelanjakan ke Diskotek

Minggu, 9 Juni 2013 13:44 WIB
Laporan Tribunnews Batam, Hadi Maulana

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM
- Jefri Tanjung (24) pria kelahiran Padang hanya bisa pasrah. Setelah menciptakan uang palsu (upal), ia ditahan pihak kepolisian. Tidak hanya Jefri, jajaran Polsek Lubuk Baja, Batam meringkus pasangan kumpul kebonya, Hijarni (26) yang bertugas mengedarkan upal tersebut.

Kepada Tribunnewsbatam, Sabtu (8/6/2013), Jefri mengaku berani membuat upal ini karena sudah putus asa tidak kunjung bisa mengumpulkan uang banyak, makanya dirinya nekat melakukan itu. "Saya pingin cepat kaya, makanya saya nekat melakukan ini," katanya.

Namun demikian, dirinya mengaku uang yang dicetaknya belumlah banyak, akan tetapi sudah tercium pihak yang berwajib.

Dalam aksinya, Jefri mengaku uang tersebut dibelanjakannya untuk clubbing dengan cara membeli pil ekstasi. Setelah itu pil tersebut dijual kembali dengan harga murah. "Dari sanalah uang itu kami dapat dan kami kumpulkan," ungkapnya.

Ditanyai bagaimana dirinya membuat upal tersebut, Jefri menyebutkan dengan cara dipindai (scanning), dan dari sanalah diprint atau di perbanyak.

"Belum banyak yang saya print, baru sekitar Rp 1,9 juta dan yang belum tersebar Rp 850 ribu," ujarnya seraya mengaku hal ini baru dilakukannya dalam dua minggu ini.

Berbeda dengan Hijarni, pasangan kumpul kebo Jefri Tanjung yang mengaku dirinya melakukan ini karena dipaksa pacarnya.

"Saya awalnya tidak mau memasarkan upal ini, namun karena diancam Jefri saya takut dan akhirnya berani menyebarkan upal tersebut," kata dia.

Hijarni mengakui dirinya juga baru Rp 300 ribu menyebarkan uang itu dengan membeli minuman di diskotek Planet 3. Namun belum lagi beranjak dari tempat duduk, dirinya langsung diamankan sekurity diskotek planet 3.

"Kasirnya mengetahui duluan kalau uang yang saya bayarkan ternyata uang palsu," ujarnya. Kapolsek Lubuk Baja Kompol Aris Rusdiyanto membenarkan hal ini dan menyebutkan bahwa Jefri Tanjung dan Hijarni diamankan di diskotek Planet 3, Jumat (7/6) dini hari.

Aris mengaku penangkapan ini berawal dari laporan karyawan diskotek yang mengatakan pelaku melakukan transaksi dengan uang palsu saat memesan minuman. Petugas yang mendapatkan laporan langsung terjun ke TKP dan kemudian meringkus pelaku.

Dan dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukti uang palsu senilai Rp 850 ribu, terdiri dari pecahan Rp 100 ribu sebanyak empat lembar dan Rp 50 ribu sebanyak sembilan lembar serta printer merk Canon Pixma MP 237 dan mesin pemotong kertas.

"Modus yang dilakukan dengan cara dibelanjakan, bahkan ada yang dibelikan barang dan kemudian dijual kembali," kata dia.

Disebarkannya upal ini menurut Aris sangat tepat, karena disebarkan di lokasi hiburan malam yang tentunya terbilang gelap dan tidak banyak yang bisa mengetahui kalau uang tersebut ternyata upal.

"Jika diperhatikan secara rinci, terlihat perbedaan jelas antara uang asli dan palsu yang dicetak pelaku," ungkap Aris.

Dan atas perbuatannya, Jefri Tanjung dan Hijarni akan dijerat pasal 244 KUHP jo 245 KUHP tentang pemalsuan mata uang dan uang kertas dengan maksimal 15 tahun penjara.
Editor: Candra P. Pusponegoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
82732 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas