Gita Wiryawan Menyatakan Siap Jadi Presiden di Batam

"Saya siap jadi presiden," ujar Gita Wiryawan kepada sejumlah wartawan di Hotel Goodway, Batam, Sabtu (15/6/2013).

Gita Wiryawan Menyatakan Siap Jadi Presiden di Batam
Tribunnews.com
Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Kedatangan Menteri Perdagangan, Gita Wiryawan masih meninggalkan cerita. Gita saat berada di kerumuman massa Barindo Batam tak malu-malu menyatakan keinginan menjadi calon presiden.

"Saya siap jadi presiden," ujar Gita Wiryawan kepada sejumlah wartawan di Hotel Goodway, Sabtu (15/6/2013). Gita selama ini digadang-gadangkan menjadi calon presiden dari Partai Demokrat. Ia pun sudah mendaftarkan diri mengikuti konvensi calon presiden.

Gita berkunjung ke Batam dan meninjau kawasan industri Kabil. Ia juga menyempatkan diri membuka Rapat Pimpinan (Rapim) Barisan Indonesia (Barindo) se Sumatera dan Kalimantan Barat di Batam. Rapim yang ia buka ketiga kalinya setelah Yogyakarta dan Jakarta.

Belakangan Gita memang kian intens mencari berbagai macam dukungan, untuk maju sebagai calon presiden. Ketua  Panitia Acara Rapim Barindo, Basori mengelak ketika ditanya soal peluang Gita menjadi capres.

Para rapim tersebut mengharidkan 150 orang kader Barindo. "Jangan dulu bicara soal siapa yang akan didukung, yang jelas kehadiran pak Gita ini merupakan langkah penentuan selanjutnya," ujar Basori.

Dalam kesempatan itu Gita juga mengupas soal paradigm negara importir menjadi negara eksportir. Ia juga menyoroti soal kualitas sumber daya manusia di Tanah Air.

Kata Gita, Indonesia berpenduduk 250 juta. Mereka yang bergelar doktor (S3) hanya 25.000 orang, sedangkan di Cina 800 ribu orang, dan di India 600 ribu orang.

"Negara eksportir itu perlu didukunga infrastruktur yang bagus. Dan infrastruktur kan harus dikerjakan orang berpendidikan," kata Gita Wirjawan dihadapan kader Barisan Indonesia (Barindo).

Banyak perusahaan yang menggunakan mesin buatan lama atau bekas. Dampaknya rendemen hanya 4 persen, sementara negara Thailand 14 persen.

Selain itu, 12 persen pemenuhan kebutuhan nasional akan bahan makanan dan minuman  dari mulai daging sapi, bawang putih, bawang merah, buah apel, masih diimpor, termasuk produk elektronik seperti telepon genggam, sepeda motor.

Gita mengungkapkan posisi perekonomian Indonesia saat ini terbesar ke 15, diharapkan menjadi ke-10  pada tahun 2020, dan dengan dukungan infrastruktur yang baik tak tertutup kemungkinan menjadi yang ke-7. "Tapi itu tadi, pendidikan dan infrastruktur," kata Gita. (zur)

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved