Nihayah dan Rina Bertukar Nomor Ponsel Dengan Kaki

Kedua wanita ini sama-sama tak memiliki kedua tangan. Rasa senasib begitu mengakrabkan nenek dan gadis ini.

Nihayah dan Rina Bertukar Nomor Ponsel Dengan Kaki
Tribunnewsbatam.com/Muhammad Ikhsan
Nihayah Binti Abu Bakar (54) dan Andi Rinawati (16) berjumpa dalam suasana yang berbeda. Kedua wanita ini sama-sama tak memiliki kedua tangan. Rasa senasib begitu mengakrabkan nenek dan gadis ini.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Dua wanita beda generasi. Nihayah (54) dan Andi Rinawati (16) berjumpa di suasana berbeda. Kedua wanita ini sama-sama tak memiliki kedua tangan. Rasa senasib begitu mengakrabkan nenek dan gadis ini.

Nihayah yang sempat masuk daftar sebuah buku berjudul "77 Tokoh Terkemuka di Kepri" karangan Trisno Aji Putra dan Muhammad Amin ini begitu senang, saat mengetahui Rina saat ini sudah tamat SD.

Rencananya, Rina akan melanjutkan sekolah ke SLTP. "Saya mau masuk Madrasah Tsanawiyah," ujar Rina mantap kepada Tribunnews Batam, Sabtu (15/6/2013).

Tegur sapa antara Nihayah dan Rina menjadi momen yang terasa spesial saat itu. Ibarat nenek dan cucu, mereka pun cepat menjadi akrab satu sama lain.

Nihayah pun tak menunggu lama untuk memilih duduk di samping Rina. Pertemuan yang membahagiakan bagi Rina. Di dalam rumah bercat hijau semi permanen itu, bincang-bincang hangat akhirnya terjadi.

Tak ada sofa mewah, tak ada sajian makanan khsusus. Halnya beralasan karpet di lantai di dalam rumah berdinding kayu nan tampak sedikit keropos. Nenek ini terlihat begitu senang duduk di samping Rina.

Sesekali ia menepuk-nepuk kaki Rina dengan kakinya. Mungkin begitulah sentuhan sayang yang bisa dilakukannya.

Tak diduga, Nihayah rupanya membawa kado khusus buat Rina. Sebuah baju kurung yang dimodifikasi lengannya. Nihayah memang kerap mengenakan pakaian seperti ini, sehingga lebih modis.

Sementara Rina yang saat itu mengenakan baju kaos hitam pun tak sungkan menerima tawaran Nihayah untuk mencocokkan baju khusus itu. Rina yang mudah senyum itu kembali terlihat bahagia.

Mereka kemudian sama-sama menuliskan namanya di kertas. Nampak keduanya begitu mahir meliukkan pena dengan kaki. Jempol dan telunjuk kaki kanan mereka mengapit pena.

Rina pun nampak kagum saat Nihayah yang guru mengaji ini menulis tulisan Arab Bismillahirahmanirrahiim. Rina sendiri mengaku, hanya bisa menulis tulisan huruf latin saat ini.

"Rina kamu sudah buktikan bisa saat ini lulus. Dan terus lanjutkan sekolah. Jangan patah semangat. Jika ada usaha, pasti kita bisa. Yang jelas kita tak ganggu orang lain. Dan kita bisa berusaha sendiri," ujar Nihayah memotivasi Rina. (Muhammad Ikhsan)

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved