Senasib Pertemukan Dua Wanita Perkasa Nihayah dan Rina

Berawal dari cerita di koran, Nihayah Binti Abu Bakar (54) begitu penasaran dengan seorang gadis cilik bernama Andi Rinawati (16).

Senasib Pertemukan Dua Wanita Perkasa Nihayah dan Rina
Tribunnewsbatam.com/Muhammad Ikhsan
Nihayah Binti Abu Bakar (54) dan Andi Rinawati (16) berjumpa dalam suasana yang berbeda. Kedua wanita ini sama-sama tak memiliki kedua tangan. Rasa senasib begitu mengakrabkan nenek dan gadis ini.
TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG - Berawal dari cerita di koran, Nihayah Binti Abu Bakar (54) begitu penasaran dengan seorang gadis cilik bernama Andi Rinawati (16).

Rina, begitu biasa disapa, merupakan siswi SD 002 Teluk Sebong yang baru saja lulus sekolah dengan sebuah keistimewaan.

Rina yang merupakan anak kedelapan dari 12 bersaudara ini tak punya tangan sejak dilahirkan. Namun hal itu tak menghentikannya untuk terus berjuang menimba ilmu.

Hal ini pula yang membuat Nihayah antusias. Ia pun bersikeras bertemu dengan gadis cilik yang tak lain senasib dengannya. Tanpa punya kedua tangan.

Nihayah, artis pertama di Provinsi Kepri peraih nominasi Piala Citra pada Festival Film Indonesia (FFI) 1992 di Jakarta ini tak segan menerima tantangan Bintan News (Tribun Network) untuk melakukan perjalanan ke rumah Rina, yang berjarak sekitar 75 kilometer dari Tanjungpinang. Jangankan kenal, keduanya sama sekali belum pernah bertemu.

Langit Tanjungpinang begitu terik, Jumat (14/6/2013). Hari menunjukkan pukul 11.00 WIB. "Ayo kita jalan sekarang juga. Kalau besok saya pasti punya kesibukan lain," sebut nenek yang selama 14 tahun terakhir mengajar ngaji di TPA Mesjid Al Hikmah, Kota Tanjungpinang.

Saat itu Nihayah baru saja dari rumah saudaranya di Jalan Pramuka. Semangat wanita tua ini tak usah diragukan lagi. Bersama awak redaksi Bintan News, wanita yang pernah berperan bersama Rano Karno dan Dedi Mizwar di film "Ku Berikan Segalanya" di era tahun 1992 itu pun turut mengajak cucunya Rio untuk ikut.

Jumat siang, ketika awak redaksi Bintan News berhenti sejenak menunaikan salat Jumat di kilometer 42, Nihayah pun nampak setia menunggu. Perjalanan pun dilanjutkan setelah itu. Kurang lebih 35 menit, akhirnya tujuan di Kampung Rambutan, RT 01/01, Desa Sebong Pereh, tertuntaskan.

Tanpa menunggu lama, Nihayah bersama awak redaksi Bintan News turun dan disambut ramah Andi Nurmadiah (45), ibu dari Rina.

Sebuah kejutan kecil bagi keluarga ini. Kebetulan sekali Rina saat itu berada di rumah. Raut wajah gadis ini pun berubah sumringrah.

Senyuman polos terpancar dari wajahnya melihat seorang nenek yang kondisinya sama. Rasa senasib akhirnya mempertemukan Nihayah Binti Abu Bakar dan Andi Rinawati.

Namun siapa sangka Nihayah dan Rina rupanya sama-sama orang bugis. Banyak hal yang mereka lakukan saat berjumpa. Apa saja yang dilakukan dua wanita beda generasi ini? (Muhammad Ikhsan)

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved