Kemelut Hutan Lindung Batam

Rumah Lunas Tidak Terima Sertifikat

Badan Pertanahan Nasional tidak bisa menerbitkan sertifikat warga karena lahan yang didirikan masuk kawasan hutan lindung.

Rumah Lunas Tidak Terima Sertifikat
Tribunnewsbatam.com/Zabur Anjasfianto
Alex Mahputra, warga Bukit Sakinah Batuaji, Batam, menunjukkan sejumlah dokumen rumah yang ditempatinya yang masuk dalam kawasan hutan lindung.

Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto

BATAM, TRIBUN - Awalnya tidak curiga dengan promosi pihak developer yang menawarkan rumah. Karena dalam lembaran kertas promosi yang dibagikan oleh marketing, semuanya tidak ada masalah, baik Uang Wajib Tahunan Otorita (UWTO) selama 30 tahun sudah lunas.

Demikian juga dengan dokumen lainnya seperti surat keputusan ketua Otorita Batam, PL, Fatwa OB, dan lainnya sudah tidak ada masalah. Alex Mahputra pun langsung membeli rumah Bukit Sakinah Batuaji dengan cara dicicil.

Dia membayar uang muka (DP), kemudian mengangsur setiap bulan selama lima tahun. Namun kecurigaan mulai diketahui ketika, dia meminta fotokopi sertifikat rumah. Pihak developer saat itu hanya memberikan janji saja.

Setelah waktu yang dijanjikan, fotokopi sertifikat tidak kunjung diberikan. Akhirnya Alex diam-diam mencari tahu, dan ternyata Badan Pertanahan Nasional (BPN) tidak bisa menerbitkan sertifikat, karena lahan yang didirikan perumahan Bukit Sakinah, Kelurahan Buliang, Batuaji itu masuk kawasan hutan lindung.

"Saya sempat protes dengan PT Undo Bapel Brother, selaku developer. Perusahaan itu menunjukan semua surat yang diterbitkan Otorita Batam. Namun BPN menolak untuk diterbitkan sertifikat. Saya sudah berulang kali mendatangi BPN, OB namun sampai saat ini hasilnya nihil," ujarnya, Rabu (24/7/2013).

Meski sudah lunas, Alex hanya mendapatkan akta jual beli yang diterbitkan notaris. Dia pun tidak menyerah, setiap ada aksi demontrasi warga Batuaji, Alex selalu terlibat dan ikut menyampaikan orasinya.

Halaman
123
Editor: Candra P. Pusponegoro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help