Sabtu, 30 Mei 2015

Kami Sepakat Menolak SK Menhut

Selasa, 30 Juli 2013 19:14

Kami Sepakat Menolak SK Menhut
Tribunnewsbatam.com/Dinas KP2K Batam/Zabur Anjasfianto
Keterangan gambar berdasarkan SK Menhut No 725/Menhut-II/2010 tanggal 30 Desember 2010 diklasifikasikan warna biru (hutan lindung), warna hijau (hutan taman wisata), dan warna pink beralih fungsi: TWA Mukakuning, Bukit Tiban, Batuampar I, Batuampar II, dan Batuampar III 

Laporan Tribunnews Batam, Zabur Anjasfianto

BATAM, TRIBUN - Warga Batuaji, Batam, sepakat menolak SK Menhut No.463/Menhut-II/2013 tanggal 27 Juni 2013 tentang perubahan lahan. Mereka berasal dari tiga kelurahan, yakni Kelurahan Kibing, Kelurahan Buliang, dan Kelurahan Bukit Tempayan.

Dengan terbitnya SK Menhut itu, warga Batuaji kembali menjadi monyet lagi. Hal ini tertuang dalam rapat warga yang diselenggarakan pada Kamis (25/7/2013) malam. Demikian disampaikan Syarial Lubis, tim koordinator penolakan SK Kemenhut, Minggu (28/7/2013) kemarin.

Syarial Lubis menyebutkan hasil rapat tersebut pertama akan memasang spanduk penolakan di beberapa tempat baik di kawasan Batuaji maupun di lokasi publik lainnya.

"Dalam spanduk itu nantinya ditulis Dengan keluar SK Menhut No.463/Menhut-II/2013 tanggal 27 Juni 2013, tentang perubahan lahan, sertifikat rumah tidak laku lagi, harga rumah turun lagi dan warga Batuaji jadi monyet lagi,"ujarnya.   

Menurutnya, hasil rapat itu, semua warga sepakat terus memperjuangkan hak-haknya, meski pun harus mengorbankan waktu dan biaya serta pekerjaan.

"Ya kalau sudah dijadikan kawasan hutan lindung rumah yang ditempati. Kami pasti jadi monyet, karena tinggal di hutan. Itulah istilahnya, agar pejabat yang mempunyai wewenang bisa berpikir dengan bijak lagi," ujarnya.

Halaman1234
Editor: Candra P. Pusponegoro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com © 2015 About Us Help
Atas