Tim Temukan Ulat Dalam Jeroan Daging

Dinas Pertanian dan Perternakan Kepri, Dinkes Kepri, Dinkes Kota Tanjungpinang, dan MUI Kepri melakukan sidak ayam mati kemarin (tiren).

Laporan Tribunnews Batam, Eko Setiawan

TANJUNGPINANG, TRIBUN - Dinas Pertanian dan Perternakan Provinsi Kepri, Dinkes Prov Kepri, Dinkes Kota Tanjungpinang, dan MUI Kepri melakukan sidak ayam mati kemarin (tiren) dan daging yang tidak layak konsumsi di kawasan Pasar Bintan Centre, Kamis (1/8/2013) pukul 06.00 WIB.

Dalam sidak tersebut, ditemui seekor ulat yang hinggap dalamdaging jeroan pedagang yang hendak dijual. Daging tersebut lalu diambil dan dibersihkan lagi. Menurut pedagang di lokasi, daging itu bukanlah bukanlah daging kemarin.

"Itu daging potong tadi pagi, kami tidak mau jual jeroan yang kemarin," ucap pedagang saat disidak oleh tim.

Menurut pedagang, jika pada jeroan ditemukan ulat itu wajar saja. Diketahui, jeroan tersebut adalah tempat mengendapnya sisa makanan yang belum sempat dikeluarkan oleh sapi.

Setelah diperiksa lagi, tidak ada yang terlihat berbahaya. Namun tim dari Dinkes langsung mengambil sampel daging untuk diperiksa di laboratorium.

"Kami minta sedikit dagingnya, ini sebagai contoh untuk dicoba dilap nanti," ucap salah satu tim dalam Sidak tersebut.

Selain daging, tim yang melakukan sidak ini juga memeriksa ayam-ayam yang dijual di Pasar Bintan Centre. Honismandri, dokter Hewan sekaligus Kepala Bidang Peternakan menuturkan, sidak pagi itu merupakan sidak lanjutan yang dilakukan tim gabungan dari beberapa intansi terkait.

Dikatakannya, malam sebelumnya, sudah ada tim yang mengecek di tempat pemotongan hewan. Di sana mereka memeriksa, apakah tempat pemotongan tersebut sudah sesuai dengan setandar yang berlaku.

"Ini merupakan Sidak lanjutan. Sebelumnya, tim yang lain juga sudah kami bagi. Mereka melakukan pantauan di rumah potong yang ada di kawasan Kijang, Tanjunguban, dan Tanjungpinang. Dan kami di sini mengecek kembali, apakah pemotongan dan daging yang mereka jual adalah daging yang dipotong tadi," ucapnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Candra P. Pusponegoro
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2016
About Us
Help