Selasa, 31 Maret 2015

Mafia Tambang Kuasai Pulau Koyang

Jumat, 16 Agustus 2013 16:41

Mafia Tambang Kuasai Pulau Koyang
Tribunnewsbatam.com/Muhamad Ikhsan
Gandasari bukan perusahaan yang bergerak di sektor pertambangan. Menurut laporan warga, ribuan matrix ton bijih bauksit akan dimuat ke dalam tongkang-tongkang dengan warna khas oranye milik PT Gandasari. 

Laporan Tribunnews Batam, Muhammad Ikhsan

BINTAN, TRIBUN - Sektor pertambangan bauksit di Kabupaten Bintan, Kepri, kian tak tentu arah. Di saat Bupati Bintan, Ansar Ahmad menggembar-gemborkan penertiban tambang, ternyata aktifitas tambang ilegal tetap berjalan tanpa kendala.

Omong kosong, mungkin itulah kata yang tepat terkait visi Pemkab Bintan dalam merancang penataan program tambang.

Di Pulau Koyang, Kecamatan Bintan Pesisir misalnya, keributan masal hampir saja terjadi pada Kamis (15/8/2013) lalu. Puluhan kelompok masa mendatangi lokasi ini.

Informasi yang dihimpun di lapangan, salah satu pengusaha tambang ingin memasukkan alat berat untuk menambang di Koyang, namun di lain sisi lain, ada pihak yang menglaim sebagai pemilik lahan dan pasang badan.

"Kabarnya mereka sudah ada perjanjian, namun entah kenapa, salah satu pihak teledor, makanya, pihak penambang yang mau masuk ini bermasalah, namun pihak ini tetap ngotot akan menambang di Pulau Koyang, area Koyang 4," ujar salah seorang sumber Tribun di Koyang, Kamis (15/8/2013).

Perlu diketahui, Pulau Koyang selama ini menjadi incaran mafia tambang. Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Bintan pun mati kutu dibuatnya.

Halaman123
Editor: Candra P. Pusponegoro
KOMENTAR
berita POPULER

TRIBUNnews.com © 2015

About Us

Help

Atas