• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Kamis, 24 Juli 2014
Tribun Batam

Orasi "Oneng" Sihir Ribuan Buruh Batam

Kamis, 12 September 2013 15:23 WIB
Orasi
Tribunnewsbatam.com/Istimewa
Rieke Diah Pitaloka Intan Purnamasari. Lahir di Garut, Jawa Barat, 8 Januari 1974. Ia merupakan seorang penulis buku, pembawa acara, pemain sinetron Indonesia, sekaligus anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI-P. Pada tahun 2012 Rieke memutuskan untuk mencalonkan dirinya sebagai Gubernur Jawa Barat dengan didampingi Teten Masduki, mereka menamakan dirinya sebagai PATEN dan diusung oleh PDI-P dengan nomor urut 5. 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria Silitonga

BATAM, TRIBUN - Kehadiran Rieke Diah Pitaloka yang berorasi di depan gedung Pemko Batam, Kamis (12/9/2013) siang menghipnotis ribuan buruh FSPMI.

Rieke yang kala itu mengenakan kemeja putih bercelana bahan berwarna hitam terlihat membaur dengan para pekerja.

"Saya baru baca salah satu koran pagi ini, yang menuliskan pertumbuhan ekonomi kita. Tapi buat punya kemajuan ekonomi itu kalau masyarakatnya nggak bisa kerja. Buat apa investasi itu kalau nggak bisa memberikan pekerjaan bagi masyarakat. Buat apa kerja kalau gajinya nggak layak. Suatu umat harus bisa makan di tempatnya berada," ujar Rieke Diah Pitaloka, Anggota Komisi IX DPR-RI membakar semangat ribuah buruh.

Ia pun mengecam Inpres tentang UMK 2014, tentang kenaikan tidak lebih dari sepuluh persen.

"Mana ada upah ditetapkan oleh presiden. Aturan main kita adalah UUD dan UU.  Pasal 88 tentang ketenagakerjaan sudah jelas tertulis upah ditentukan oleh dewan pengupahan, yang ada pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Nggak bisa karena keinginan presiden," tegas wanita yang mengenakan topi itu.

Masalah UMK, menurut anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan itu adalah masalah serius. Persoalan dapur rakyat.

"Jadi jangan main-main. Saya mau juga buruh harus pintar. Jadi tahu apa yang dituntut. Ingat, persoalan upah bukan persoalan satu serikat saja. Dan standar ini juga bukan hanya untuk buruh yang kerja di pabrik. Item KHL itu ubah jangan 60 lagi, tapi 80-122 item," tegasnya kembali.

Ia menegaskan, sebagai rakyat tidak boleh miskin di tanahnya sendiri. Tidak cuma ke Batam, Rieke juga mengungkapkan akan bergerak ke kota-kota lainnya.

"Dari Jatim kami ke Batam, habis dari sini kami juga akan keliling kembali ke kota lain, untuk membawa "virus" yang sama," tukasnya.

Editor: Candra P. Pusponegoro
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas