Anis Matta: PKS Sedang Dirundung Malang

Kasus yang membelit petinggi PKS membuat partai ini kesusahan.

Anis Matta: PKS Sedang Dirundung Malang
Tribunnews.com/Dany Permana
Presiden baru Partai Keadilan Sejahtera (PKS), M Anis Matta memberikan pidato politiknya di Kantor DPP PKS, Jakarta, Jumat (1/2/2013). Mantan Sekjen PKS ini diangkat menjadi Presiden PKS, setelah Presiden terdahulu, Luthfi Hasan Ishaaq ditahan KPK karena diduga terlibat korupsi. 

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria Silitonga

BATAM, TRIBUN - Sejumlah kasus yang membelit petinggi-petinggi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) saat ini, membuat kondisi partai yang tersandung kasus suap daging sapi impor itu kesusahan.

Hal itu terungkap dari pernyataan Presiden PKS, Anis Matta dalam kunjungannya ke Batam, Minggu (10/11/2013) di Harmoni One Hotel, Batam Center.

Akibatnya, jangankan memikirkan calon presiden yang akan diusung partainya, kini Anis Matta memilih fokus untuk pemenangan pemilu legislatif tahun 2014 nanti.

"Belum ada calon yang dimajukan. PKS lagi susah sekarang," ujar Anis Matta saat ditanyai Tribun Batam.

Saat ini, pria berkacamata itu mengatakan dirinya lebih memfokuskan perjuangan partai untuk pemilu legislatif mendatang.

"Tugas saya sekarang memenangkan PKS di legislatif 2014. Kita belum terpikir ke situ (calon presiden) karena kita suasananya juga cukup berat," ujarnya lagi.

Menargetkan posisi ketiga di antara 12 partai politik yang ada saat ini, Anis pun mengaku tidak memiliki strategi khusus secara nasional.

"Saya cuma minta kader dan caleg jangan pernah berhenti untuk silahturahmi. Sebab itu resep yang paling mujarab. Kalau targetnya berapa saya tidak bisa sebutkan, tapi mudah-mudahan lebih bagus dari tahun 2009. Menjadi partai ketiga terbesar mungkin," tambahnya.

Menurut pria itu, target-target yang diinginkan oleh PKS akan terasa sederhana dengan cara kerja kesatuan antara pusat dan daerah. Apalagi, di tengah-tengah Indonesia memasuki era gelombang ketiga, atau masa puncak kejayaannya.

"Gelombang ketiga ini dipengaruhi oleh perubahan struktur masyarakat. Dan Indonesia sedang memasuki era itu. Tandanya misalkan, pertama 60 persen rakyat Indonesia ini didominasi orang-orang muda. Kedua 50 persen masyarakat Indonesia masuk ke kelas menengah, artinya pendidikan dan penghasilannya baik. Ini jadi indikator Indonesia akan masuk ke puncak kejayaannya," papar dia.

Ia memotivasi para kader dan caleg yang hadir dengan cara berfikir kesatuan, antara kerja di pusat dan di daerah, dalam menyongsong masuknya sejarah masa depan Indonesia.

"Politik bukan sesederhana pengertian kompetisi suatu kelompok dengan kelompok lain. Jangan pernah menganggap pekerjaan pasang bendera, pasang mic saat acara itu simple. Atau berfikir cara kerja di daerah itu nggak ada apa-apanya di banding pusat. Dengan kerja seperti ini membuat target kita akan terlihat sederhana. 1 atau 2 kursi di DPR RI dari Kepri itu sederhana, masuk partai ketiga itu sederhana, atau 8 kursi untuk Provinsi Kepri ini," jelasnya.

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved