Delapan Mahasiswa UIB Di Thailand Minta Didoakan

Protes masyarakat sudah terjadi sejak November 2013 lalu ini berada di titik panas.

Delapan Mahasiswa UIB Di Thailand Minta Didoakan
Tribunnewsbatam.com/Istimewa
Gabriela Rosari Rindra Kartini, mahasiswi program studi Sistem Informasi di Universitas Internasional Batam (UIB) sedang menimba ilmu di King Mongkut University of Technology Thonburi (KMUTT) Bangkok, Thailand.

Penulis: Gabriela Rosari Rindra Kartini

Pembaca tentunya sudah mengetahui berita mengenai demo besar yang terjadi di Kota Bangkok, Thailand. Protes masyarakat sudah terjadi sejak November 2013 lalu ini berada di titik panas.

Lantas apa yang terjadi kepada kami? Mahasiswa Indonesia dari Universitas Internasional Batam (UIB) yang sedang mengikuti pertukaran pelajar di Bangkok?

Minggu (1/12/2013) lalu, ketika saya dalam perjalanan pulang dari gereja, saya bersama seorang teman bertemu dengan demonstran berkaos putih. Sambil melambaikan bendera, mereka bergerak maju dan menyanyikan lagu.

Mulai dari lagu kebangsaan hingga lagu Thailand yang sedang top. Mereka juga menebar senyum pada pengguna jalan lain yang tidak bergabung dalam pawai.

Ada yang mengambil foto dan ada yang balas menyemangati. Sempat terbesit di pikiran saya, ternyata demo di Thailand tidak anarkis.

Hari Minggu kemarin, sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari lima puluh orang terluka karena demo. Selang seminggu, protes anti-pemerintah ini berubah menjadi aksi kekerasan. Kekacauan terjadi di kota. Bus dibakar, taksi dirusak, dan mal-mal ditutup.

Pasukan kepolisian membuat pagar betis. Melemparkan gas air mata dan juga menyemprotkan air ke arah demonstran. Tadi pagi, Minggu (1/12/2013), sebelum kami pergi, kami diminta untuk waspada.

Kami diminta masyarakat setempat untuk tidak mengenakan baju merah ataupun kuning saat pergi ke kota. Nanti takutnya kami dikira bagian dari pendemo.

Kami, mahasiswa Universitas Internasional Batam pada khususnya, tidak tinggal di daerah pusat kota. Memang, kemarin sempat ada pedemo berbaju putih pawai mengelilingi kampus. Tapi demo besar yang terjadi saat itu tidak menuju ke arah tempat kami tinggal.

Manajemen kampus King Mongkut University of Technology Thonburi (KMUTT) Bangkok, Thailand, mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan dan mengundur ujian akhir kami hingga Jumat (6/12/2013).

Hal ini karena ada sebagian mahasiswa yang tinggal di pusat kota dan ditakutkan mendapat kesulitan untuk hadir pada saat ujian.

Dengan tulisan ini kami saya berharap agar keluarga dan teman-teman yang berada di Batam dan Kepri tidak khawatir dengan kondisi kami di sini. Tolong doakan kami agar tidak ada halangan.

*Gabriela Rosari Rindra Kartini merupakan mahasiswi program studi Sistem Informasi di Universitas Internasional Batam (UIB). Penulis mendapatkan kesempatan menimba ilmu di King Mongkut University of Technology Thonburi (KMUTT) Bangkok, Thailand. Alamat korespondensi: gberocks@gmail.com

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved