• Tribun Network
  • Login
  •  
  •  
  • Tribun JualBeli
Rabu, 22 Oktober 2014
Tribun Batam

Kapten Perintahkan Bunuh Serma Dian, Tiga Nelayan Thailand Ditangkap

Rabu, 2 April 2014 17:28 WIB

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BANGKOK - Kepolisian Thailand menangkap tiga dari 12 nelayan awak Sor Nattaya 7 yang menyekap anggota TNI AL Sersan Mayor (Serma) Dian dan Edi Azwani (47), warga Kampung Hilir, Kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri pada 8 Maret lalu.

Seperti dilaporkan The Southeast Asian Times, ketiga nelayan itu ditangkap Rabu pekan lalu, namun baru diungkap ke media, akhir pekan lalu. Mereka adalah Suriwong Cheuhom (37) , Sriprai Suwanprapa (41) dan Sorasit Soin (36).

Ketiga nelayan tersebut mengaku bahwa mereka dipeintahkan kapten kapal pukat tersebut membunuh perwira angkatan laut Indonesia itu.

Alasan sang kapten, mereka meragukan Serma Dian adalah seorang tentara karena mereka menggunakan kapal sipil, bukan kapal angkatan laut .

The Bangkok Post melaporkan bahwa Serma Dian dan Edi diduga dipukul di kepala denganpalu dan ditusuk dengan pisau. Mayat mereka kemudian dibuang ke Laut Natuna.

Kapolda Songkhla Pol Mayjen Ekkapop Prasittiwattanachai mengatakan bahwa polisi belum mampu mengajukan tuduhan pembunuhan karena mereka tidak terletak mayat dua petugas .

"Polisi masih menunggu sampel DNA untuk membandingkan dengan yang ditemukan pada pukat dan di palu dan pisau yang diduga digunakan sebagai senjata pembunuh " katanya.

Kepolisian Thailand masih membutuhkan sampel DNA keluarga korban untuk melakukan tes forensik pada kapal Sor Nattaya 7 yang sudah ditahan.

Selain itu, kepolisian Thailand juga sudah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap sembilan awak kapal lainnya yang masih buron, termasuk kapten kapal. Polisi baru menetapkan penangkapan tersebut berkaitan dengan kasus memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa izin.

Selain itu, kapal dan awaknya itu juga didakwa meninggalkan negara tanpa persetujuan imigrasi. Kepala Kepolisian Asisten Pol Letnan Jenderal Chakthip Chaichinda, seperti dikutip The Nation mengatakan, pihaknya sudah membahas masalah ini dengan konsulat Indonesia di provinsi Songkhla, Tahiland, Kamis pekan lalu.

Selain itu, Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa bersama Caretaker Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Thailand, Jumat pekan lalu juga melanjutkan pembahasan.

Chakthip mengatakan, mereka belum berani memastikan apakah kedua orang yang diculik pada 9 Maret tersebut sudah tewas karena belum ada bukti yang mengarah ke hal tersebut.

Kapuspen Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor Laut (KH) Josdi, Selasa (1/4) juga mengatakan, pihaknya juga masih mendalami informasi yang berkembang bahwa Serma Dian dan Edi Azwani sudah dibunuh oleh nelayan Thailand.

"Mungkin saja informasi tersebut benar.Tetapi kita masih melakukan penelusuran juga, kita masih melaksanakan penyelidikan. Kalau memang sudah terbunuh di mana jasad keduanya," katanya.

Menurutnya, jika memang mereka telah dibunuh, urusan tersebut sudah menjadi urusan tingkat kedua negara, yaitu pemerintah RI dan Pemerintah Thailand. Sementara itu, pihak kepolisian Bintan belum mendapatkan kabar informasi terkait perkembangan nasih kedua warga negara Indonesia itu tersebut.

"Informasi yang saya dapat belum ditemukan, mungkin bisa koordinasi dengan pihak TNI-AL," kata Kapolres Bintan AKBP Suradji.

Seperti diberitakan sebelumnya, anggota TNI AL yang bertugas di Tarempa, Kabupaten Anambas, Sersan Mayor (Serma) Dian dan Edi Azwani, diculik nelayan asal Thailand, di perairan Anambas, Sabtu (8/3) lalu.

Informasi yang dihimpun, saat itu, Serma Dian bersama anggota lainnya yakni Kopral Syamsul diperintah Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Tarempa untuk membawa kapal patroli yang sedang berada di Pulau Tambelan ke Tarempa. Kedua anggota TNI AL ini ditemani dua orang warga Tambelan, Edi Azwani dan Bujang.

Perjalanan dari Tambelan memakan waktu sekitar sembilan jam. Di tengah pelayaran, diperkirakan sewaktu memasuki perairan Anambas, ada aktivitas illegal fishing yang dilakukan kapal berbendera Thailand. Kapal tersebut kemudian dikejar dan ditangkap. Sabtu (8/3) sore itu, kapal Thailand digiring menuju Lanal Tarempa.

Dua petugas TNI AL langsung membagi tugas. Serma Dian dan satu orang warga sipil bernama Edi naik ke atas kapal nelayan Thailand tersebut. Sedangkan, 1 orang aparat TNI AL dan 1 warga sipil tetap membawa kapal patroli TNI AL. Dalam pelayaran menuju Tarempa, kapal nelayan Thailand berada di belakang kapal patroli TNI-AL.

Kapal patroli yang dikemudikan Kopral Syamsul ditemani seorang warga Tambelan lainnya, Bujang, memandu kapal tangkap itu. Di tengah pelayaran, lampu di kapal nelayan Thailand itu tiba-tiba mati total. Kopral Syamsul yang memandu di depan kehilangan keberadaan kapal Thailand yang mestinya mengikuti kapal patroli.

Kapal nelayan berbendera asing itu hilang di kegelapan malam. Kopral Syamsul dan Bujang berusaha melakukan pencarian namun tidak berhasil menemukan kapal tangkapan mereka itu.

Kemudian, mereka melanjutkan perjalanan ke Lanal Tarempa untuk melaporkan kejadian itu kepada atasannya. Warga Tambelan, Iwan mengungkapkan warga bersama dengan TNI AL, TNI AD, sudah melakukan penyisiran di perairan dan pulau sekitar Tambelan. Namun hingga saat ini tidak menemukan kedua orang yang diculik tersebut.

Editor: Sri Murni
Bagi apa yang Anda baca dengan teman Anda.
  | Social:    ON Social:    OFF | Option
0 KOMENTAR
127262 articles 3 0
Loading...
Sebelum memberikan komentar, silahkan login menggunakan
TERBARU
TERBARU
TERLAMA
TERKOMENTARI
TRIBUNnews.com © 2014 About Us Help
Atas