Golok Menempel di Leher Penjaga Kantor PDAM Tirta Wening

Setelah menguras harta, kawanan rampok itu sempat mengambil busi motor milik para korban, lalu kabur melompati pagar berduri.

Golok Menempel di Leher Penjaga Kantor PDAM Tirta Wening
Tribunnewsbatam.com/net
Foto ilustrasi.

BANDUNG, TRIBUN - Sepuluh orang perampok bersenjata golok beraksi di Kantor Instalansi Pengolahan Air Bersih Dago Pakar Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Wening, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/5) dini hari.

Mereka menyekap para penjaga dan merampas sejumlah barang elektronik, ponsel, dan uang tunai. Kerugian akibat perampokan ini sekitar Rp23 juta.

Direktur Utama PDAM Tirta Wening Kota Bandung, Pian Sopiyan, mengatakan kawanan perampok itu masuk ke gedung dengan cara memotong kawat pagar belakang gedung.

Diduga, kata Pian, kawanan ini sudah mengetahui kondisi di dalam kantor karena secara bersamaan bisa menyergap dan menyekap lima petugas yang berada di ruangan berbeda, termasuk yang sedang tidur di musala.

Mereka yang disekap adalah Encep Daman (44), Caca Musde (48), Agus Mujiono (54), Asep Dedi (38), semuanya karyawan PDAM, dan satu orang anggota Kodim 0618/BS, Serma Budi Utama (46).

Kelima penjaga langsung ditelungkupkan, lalu tangan dan kaki mereka diikat, sedangkan mata dan mulut dilakban sehingga tak sempat mengenali wajah para perampok.

Setelah menaklukkan  lima penjaga, perampok merampas ponsel milik petugas piket, televisi 32 inci, uang tunai, dan dekoder CCTV.

Pian bersyukur kawanan perampok itu tidak melukai para penjaga. Padahal, kata Pian, golok perampok sudah di leher petugas piket. Hanya satu orang yang terkena pukulan, yaitu Asep Dedi, karena terus bertakbir.

Setelah menguras harta, kawanan rampok itu sempat mengambil busi motor milik para korban, lalu kabur melompati pagar berduri.

"Kawanan perampok semula mengambil paksa kunci pintu gerbang, tapi karena anak kunci terlalu banyak, tidak ditemukan, akhirnya melompat pagar," ujar Pian.

Penjaga bisa melepas ikatan menggunakan pecahan gelas yang jatuh oleh perampok ketika mengambil televisi. Kasus perampokan ini dilaporkan ke Polsek Cimenyan.

"Para karyawan belum diperiksa karena masih syok. Mungkin Senin baru diperiksa," ujar Pian.

Para perampok meninggalkan jejak beberapa bungkusan tang, tali rafia, dan plastik dari salah satu minimarket yang tergeletak di halaman belakang. (Tribun Jabar/tsm)

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved