Pengguna Narkoba dapat Dicegah dan Direhabilitasi

Setiap tahun, tepat pada tanggal 26 Juni, berbagai negara dunia memperingati Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI) 2014.

Pengguna Narkoba dapat Dicegah dan Direhabilitasi
www.bnnkepri.com
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepri, Drs. Benny Setiawan, MH (kanan) memberikan cinderamata kepada Pimpinan Kawasan Industri Batamindo Mukakuning, Jhon Sulistiawan usai melaksanakan kegiatan advokasi Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di kawasan industri Batamindo, Mukakuning, Batam, Selasa (6/5/2014). 

Oleh: Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Drs. Benny Setiawan, MH

Setiap tahun, tepat pada tanggal 26 Juni, berbagai negara dunia memperingati Hari Anti-Narkoba Internasional (HANI) 2014. Berbagai kegiatan telah dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN), baik BNNP Kepri, BNNK Karimun atau BNNK Batam.

Ini sebagai bentuk keprihatinan terhadap permasalahan narkoba di dunia yang belum dapat diselesaikan dan hanya dapat ditahan. Sehingga sangat mengancam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Tema HANI 2014 adalah “Drug Use Disorder are Preventable and Treatable” (Pengguna Narkoba dapat Dicegah dan Direhabilitasi). Tema ini mengandung makna bahwa pengguna narkoba adalah orang yang sakit.

Mereka membutuhkan bantuan kita semua untuk berhenti dari kebiasaan mengonsumsi narkoba dan membutuhkan rehabilitasi.

Dengan harapan, mereka dapat kembali melaksanakan fungsi sebagai anggota masyarakat secara normal, sertaa mereka berhak memperoleh kehidupan yang sehat.

Tema yang sangat inspiratif ini diharapkan dapat menggerakan dan mendorong segenap komponen masyarakat dalam rangka menyelamatkan pengguna narkoba.

Mereka dapat dicegah agar jumlahnya tidak bertambah, mereka juga dapat direhabilitasi agar demand (permintaan) narkoba dapat menurun.

Ditambah dengan upaya penindakan terhadap para pengedar secara agresif, diharapkan berdampak pula pada menurunnya supply (peredarannya) narkoba di Indonesia, khususnya di Provinsi Kepualaun Riau (Kepri) ini.

Berbicara mengenai penyalahgunaan narkoba, permasalahan yang saat ini perlu mendapat perhatian kita bersama, yakni tentang pemulihan terhadap pengguna narkoba.

Sampai saat ini pelayanan rehabilitasi medis maupun sosial di Provinsi Kepri masih sangat terbatas. Sementara jumlah pengguna narkoba yang mengalami ketergantungan sangat besar.

Mereka membutuhkan pertolongan. Oleh karena itu, kedepan kita memerlukan peningkatan pelayanan rehabilitasi yang tersebar di seluruh Provinsi Kepri ini.

Permasalahan berikutnya adalah stigma negatif atau pandangan negatif masyarakat terhadap pengguna narkoba.

Mereka dianggap sebagai penjahat, bahkan apabila kambuh kembali mereka dianggap sebagai residivis, mereka dikucilkan oleh lingkungannya bahkan keluarganya sendiri.

Padahal mereka seharusnya diselamatkan dan dibimbing agar pulih dan mempunyai masa depan yang lebih baik serta dapat bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Pada peringatan HANI 2014 ini, mari kita menyamakan persepsi dan pemahaman menyangkut cara pandang (mindsett) terhadap permasalahan narkoba.

Pertama, mari kita merubah pandangan terhadap pengguna narkoba. Jika dulu pengguna narkoba kita anggap sebagai penjahat, maka saat ini kita harus menganggap mereka sebagai korban atau orang sakit.

Mereka memang berada dalam dua dimensi permasalahan, yaitu pelaku kriminal dan orang sakit, terhadap mereka solusinya adalah dipulihkan melalui rehabilitasi secara komprehensif.

Mulai dari tahap rehabilitasi medis, rehabilitasi sosial, sampai dengan proses re-integrasi sosial.

Apabila kita memiliki pandangan yang salah terhadap pengguna narkoba, maka akan mempersulit dan menghambat upaya penanganan terhadap permasalahan narkoba.

Kedua adalah menyangkut peran dan kontribusi kita sebagai anggota masyarakat, apa yang bisa kita lakukan dalam upaya mencegah dan menyelamatkan pengguna narkoba.

Kita dapat memulai dari lingkungan keluarga yang merupakan langkah awal dalam membangun gerakan nasional mewujudkan hidup sehat tanpa narkoba.

Langkah ini dapat kita bersama lakukan dengan membangun budaya saling asah, asuh, asih dalam keluarga. Karena dari situ awal dari dimensi pencegahan, dan dari situ pula awal dari upaya untuk menyelamatkan pengguna narkoba secara nasional.

Ketiga, mengenai peredaran gelap narkoba. Terhadap jaringan peredaran gelap narkoba perlu mendapat hukuman yang setimpal.

Para penegak hukum yang menangani kejahatan narkoba agar selalu menjaga integritas, melakukan langkah-langkah secara agresif, membongkar jaringan sampai ke akar-akarnya.

Selain itu, menuntut mereka dengan tindak pidana pencucian uang agar jaringan sindikat kejahatan narkoba tidak berdaya dan berhenti bisnis narkoba ilegal.

Terakhir, kembali lagi BNNP Kepri ingin mengajak kepada seluruh pimpinan Pemerintah Daerah (Pemda). Baik di tingkat provinsi, maupun kabupaten atau kota.

Tujuannya agar dapat meningkatkan kapasitas dan fasilitas rehabilitasi dalam melayani masyarakat yang menjadi pengguna narkoba. Khususnya pecandu narkoba, sehingga mereka semua dapat diselamatkan.

Tentunya jika setiap kepala daerah memiliki kebijakan untuk mempunyai balai rehabilitasi (institusi penerima wajib lapor) sendiri, pasti sangat membantu BNN untuk mengurangi angka pecandu, khususnya di Provinsi Kepri ini.

Hanya dengan sinergisitas dan kebersamaan antarinstansi pemerintah, kita dapat menyelamatkan para pengguna narkoba. Selamat Hari Anti-Narkoba Internasional 2014.

Marilah kita terus berjuang bersama, bekerja sekuat tenaga menjadikan Provinsi Kepri yang kita cintai ini makin terbebas dari kejahatan narkoba. Ingatlah selalu bahwa pengguna narkoba dapat dicegah dan direhabilitasi.

* Kombes Po. Drs. Benny Setiawan, MH, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kepulauan Riau

Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved