Nuanasa Ramadan 1435 Hijriah

Festival Lampu Colok Tidak Menghasilkan Manfaat

Lampu colok merupakan tradisi tahunan umat Islam di kabupaten bumi berazam yang dilaksanakan menjelang perayaan Idul Fitri.

Festival Lampu Colok Tidak Menghasilkan Manfaat
Tribun Batam/Muhammad Sarih
Tradisi Melayu bersendikan Islam, lampu colok perlu dilestarikan kendati tak diselenggarakan lagi festival seperti tahun sebelumnya. Tampak salah satu gambar replika masjid dari sinar lampu colok pada kemeriahan pagelaran festival lampu colok tahun sebelumnya. 

Laporan WartawanTribun Batam, Muhammad Sarih

KARIMUN, TRIBUN - Lampu colok merupakan tradisi tahunan umat Islam di kabupaten bumi berazam yang dilaksanakan menjelang perayaan Idul Fitri.

Tradisi yang bersendi agama dan tradisi itu biasa setiap tahun digelar pemerintah daerah, pada Idul Fitri 1435 Hijriah kali ini ditiadakan.

“Pak bupati yang (Nurdin Basirun) minta festival lampu colok ditiadakan saja. Alasannya saat ini kita krisis BBM (bahan bakar minyak) dan lampu colok butuh itu banyak BBM,” kata Kepala Dinas Pariwisata Seni Budaya Karimun Syuryaminsyah kepada Tribun, Rabu (16/7/2014).

Selain boros BBM, kata pria yang kerap disapa Wak Min, lampu colok juga menimbulkan polusi dari asapnya yang banyak keluar dari sumbu lampu.

Sebab, pemasangan lampu colok ini jumlahnya bukan lagi puluhan melainkan ratusan botol atau kaleng.

Kendati demikian, kata Wak Min, tradisi Melayu yang bernuansa Islami ini patut terus digelar. Hanya saja, lokasinya tidak lagi dilakukan di tengah wilayah perkotaan tetapi di daerah hinterland atau pulau-pulau, seperti Pulau Buru, Kundur, Moro dan Durai.

Mengenai festival lampu colok, hampir setiap tahun diadakan dengan tujuan melestarikan budaya dan tradisi Melayu yang bernuansa Islami.

Untuk memberi apresiasi kepada peserta, pemerintah daerah baiasa menyiapkan hadiah uang pembinaan yang nilainya mencapai belasan jutaan rupiah.

Biasanya penilaian pemenang berdasarkan bentuk terbaik dari bangunan gapura yang dihiasi lampu colok.

Halaman
12
Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved