Nuanasa Ramadan 1435 Hijriah

Mahasiswa STIE Cakrawala Berdagang di Stan Bazar Ramadan

Banyak lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia umumnya berhasil mencetak ratusan bahkan ribuan sarjana.

Mahasiswa STIE Cakrawala Berdagang di Stan Bazar Ramadan
Tribun Batam/Wafa Wahib
Empat perguruan tinggi di Kepri, STIE UPB, UNIBA, STIE Cakrawala Karimun dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEO) melakukan kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ibnu Sina Batam, Sabtu (31/5/2014). 

Laporan Wartawan Tribun Batam, Muhammad Sarih

KARIMUN, TRIBUN - Banyak lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia umumnya berhasil mencetak ratusan bahkan ribuan sarjana. Hanya saja, tidak banyak  di antaranya yang dapat menerapkan ilmu yang didapatnya dari pendidikan tinggi untuk menciptakan lapangan kerja atau mampu berusaha mandiri di atas kaki sendiri.

Tampaknya inilah yang diamalkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala. Para pendidik di kampus yang beralamat di bilangan pertokoan Salemba Kolong tak hanya ingin menciptakan sarjana semata melainkan mereka yang mampu berdikari, berdiri di atas kakinya sendiri.

Salah satu yang diterapkan di antaranya memberikan kesempatan mahasiswanya menggali bakat enterpreunership atau jiwa wirausaha. Seperti momentum bazaar Ramadan yang digelar di sekitar pasar Puan Maimun, dimanfaatkan sejumlah mahasiswa STIE Cakrawala untuk mempraktekan teori yang didapatkan dari kampusnya dengan turut serta memeriahkannya.

“Ini salah satu program kampus kami, bang. Dari bazaar ini kami melatih jiwa entrepreneurship. Kita sesuaikan dengan ilmu yang kita dapat seperti manajemen pemasaran, kewirausahaan, studi kelayakan bisnis dan ilmu ekonomi lainnya,” kata Hendra, salah seorang mahasiswa yang menjadi salah satu bagian penjaga stan bazar Ramadan tersebut, Rabu (22/7/2014) malam.

Hendra menjelaskan, kegiatan ini berangkat dari mahasiswa untuk mahasiswa. Karena modal bersama, maka barang-barang yang dijajakan pun beragam. Ada jersey sepakbola, blazer, baju muslimah, pernak-pernik Idul Fitri sampai kue-kue lebaran.

“Yang kita jual ini barangnya teman-teman mahasiswa juga dan produknya rata-rata didatangkan dari Jakarta, kecuali kue lebaran dibuat mahasiswa kita sendiri,” jelas Hendra.

Ide ini awalnya datang pihak kampus yang memberikan motivasi untuk meningkatkan kesadaran mahasiswanya agar mampu menerapka ilmu di dunia nyata. Ilmu yang didapat bukan hanya untuk mencari kerja semata, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja atau berusaha di kaki sendiri.

“Awalnya pihak kampus yang mendorong agar sebisa mungkin kami bisa berwirausaha. Lalu ide ini kita munculkan bersama untuk melatih kita berusaha. Saya sendiri awalnya tak pernah berbisnis begini, tapi setelah mengikutinya saya jadi sangat berhasrat dan bergairah untuk berbisnis,” kata seorang mahasiswi, Selvy.

Sebagian teman-teman Selvy memang sudah berbakat di bidang bisnis seperti  merintis usaha toko online. Seperti Hendra dan Vina awalnya memang sudah memiliki naluri bisnis dengan usaha online shop-nya.

Halaman
12
Editor: Candra P. Pusponegoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help