Bukit Welcome to Batam Terancam Musnah

Belakang Bukit Clara Terus Tergerus, "Welcome to Batam" Nyaris Tumbang

Bukit Clara atau bukit "Welcome to Batam" masih ramai didatangi warga Batam sebagai salah satu lokasi wisata foto.

Belakang Bukit Clara Terus Tergerus,
tribunnews batam/anne maria
Kondisi bagian belakang Bukit Clara dimana tulisan Welcome to Batam berada, Minggu (5/10/2014). Tanah bagian belakang bukit ini terus tergerus dan bisa menyebabkan bukit ini musnah. 
Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria
TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Bukit Clara atau bukit "Welcome to Batam" masih ramai didatangi warga Batam sebagai salah satu lokasi wisata foto. Tidak hanya remaja dan pemuda, orangtua pun nampak sering mengunjungi perbukitan menjadi ikon selamat datang di Batam.
Namun sayangnya, tak banyak warga yang mengambil foto dari pemandangan Bukit Welcome To Batam itu mengetahui bahwa bagian belakang bukit sudah tergerus‎ untuk diambili tanahnya.
Seperti yang nampak Sabtu (4/10/2014) sore, ‎beberapa remaja terlihat mengambil foto di dataran yang ada di bagian depan bukit. Terlihat di dataran yang masih berbentuk tanah itu ada sedikit jalan kecil yang dapat dilalui ke bagian belakang Bukit. Jalan yang berukuran kecil itu hanya bisa dilewati sepeda motor. 
"Nggak tahu tuh. Kami sih cuma ambil foto-foto saja di depan tulisan Welcome to Batam," ujar Dewi salah seorang remaja yang sedang mengambil foto. Berdasarkan pantauan Tribun, selain jalan kecil tersebut, masih terdapat jalan lain yang bisa mengakses ke bagian belakang Bukit Clara. 
Jalan tersebut dapat di akses langsung melalui jalan Raya Engku Putri arah Masjid Raya menuju Simpang Frengky. Salah satu pemilik warung kecil yang ada di dekat jalan masuk bagian belakang Bukit Clara pun membenarkan bahwa terkadang ‎banyak mobil besar yang masuk ke bagian belakang bukit.

"Biasanya sih malam-malam, ada truk yang masuk ke dalam sana. Sepintas lalu saja, nggak tahu juga ngapain mereka ke sana. Lagi kalau siang juga banyak sih yang masuk ke dalam situ," tutur pria yang enggan namanya dikorankan itu.

Untuk masuk ke dalam belakang perbukitan memang tidak sulit. Meski jalannya masih tanah, namun sudah cukup luas untuk dimasuki kendaraan besar. Sesampainya di bagian belakang, terlihat jelas bahwa bagian bukit memang sudah terpotong atau tepatnya sengaja dikeruk. Terlihat juga ada beberapa kendaraan Roda dua yang terparkir di bagian belakang bukit tanpa ada pemiliknya. 

"Paling orang-orangnya di dalam situ juga. Coba saja masuk sampai ke dalam lagi itukan masih luas," kata pria yang juga membuka usaha tambal ban itu.
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help