Gara Gara Bayar Pakai Dolar

Polda Kepri Ungkap Tiga Kasus Transaksi Dolar dan Tetapkan 2 Tersangka

Sepanjang bulan November hingga Desember 2014 lalu, Polda Kepri telah mengungkap tiga kasus pelanggaran transaksi mata uang.

Polda Kepri Ungkap Tiga Kasus Transaksi Dolar dan Tetapkan 2 Tersangka
wikipedia
Ilustrasi dolar Singapura

Laporan Tribunnews Batam, Alvin Lamaberaf

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Ditreskrimsus Polda Kepri Kombes Syahar Diantono mengatakan, sepanjang bulan November hingga Desember 2014 lalu, pihaknya telah mengungkap tiga kasus pelanggaran transaksi mata uang.

Ditreskrimsus Polda Kepri juga menangkap pemilik dan kasir toko Cafe di kawasan Bintan yakni di Pelabuhan Internasional Bandar Bintan Telani (BBT) kawasan pariwisata Lagoi pada hari Selasa (16/11/2014).

Saat itu, wisatawan warga negara asing membeli sembilan kantong manisan mangga dengan menggunakan mata uang dolar Singapura.

Adapun barang bukti yang diamankan saat itu yakni, struk pembayaran tertanggal (16/2014) dengan nomor 14121600025, serta 39 uang dollar Singapura, yang terdiri dari 3 lembar pecahan 10 dolar, 1 lembar pecahan 5 dolar, dua keping koin pecahan 1 dolar, satu keping pecahan koin 50 sen dolar, tujuh keping pecahan koin 20 sen, dan satu keping pecahan koin 10 sen.

"Petugas kami langsung mengamankan struk dan mata uang dolar Singapura. Itu yang digunakan sebagai transaksi," ungkapnya.

Ditreskrimsus Polda Kepri, juga menetapkan Dahlia Fitriani yang merupakan kasir di toko Bintan Cafe sebagai tersangka.

Dahlia dikenakan pasal 21 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang.

Sementara itu, Jumat (19/12/2014) sekitar pukul 16.45 WIB, polisi kembali menangkap tangan transaksi menggunakan uang asing di hotel Nirwana Garden kawasan Lagoi, Bintan.

Pasalnya, petugas resepsionis menerima pembayaran kamar hotel tipe delux dengan harga 345 dolar Singapura.

"Saat itu tamu membayar kamar hotel jenis delux seharga 345 dolar Singapura kepada resepsionis. Tapi tamu itu diberikan harga spesial sebesar 200 dolar Singapura untuk satu malam di kamar 1205," ungkapnya.

Dikatakannya, untuk kasus yang terjadi di hotel Nirwana Garden Lagoi, pihaknya masih melakukan pendalaman. Sebab, sampai saat ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved