Geng Motor Batam Meresahkan

Ini Pengakuan Sederet Kejahatan Anggota Geng Motor Persahabatan Sampai Mati

Pelaku pun tak segan-segan melukai korban jika motor yang dikendarainya tak diberikan.

Ini Pengakuan Sederet Kejahatan Anggota Geng Motor Persahabatan Sampai Mati
tribunnews batam/wafa
Sejumlah anggota geng motor Persahabatan Sampai Mati (PSM) saat berada di Polsek Sekupang, Senin (2/2/2015). 

Laporan Tribunnews Batam, Wahib Waf‎a

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Setelah beberapa minggu lalu komplotan geng motor bernama Gengstar diamankan, Jajaran polsek Sekupang kembali meringkus delapan anggota geng motor bernama PSM (Persahabatan Sampai Mati) di salah satu perumahan Tiban BTN blok Q, Sekupang, Batam.

Delapan Diantaranya ‎yakni Agip (15), Azim (15) siswa SMP, Dedi (16), Abip (13), Yoga (15) kelas 3 SMP, Nanda (15), Pandi (15) dan Sofidi (14).

Umur para anggota geng motor ini terbilang masih belia. Rata-rata, mereka masih berusia pelajar. Namun nyali anak-anak ini tak bisa diragukan lagi‎. Dari merampas motor, hingga mencuri barang-barang berharga pun telah dilakoni.

Geng motor ini‎ menjadi target jajaran Polsek Sekupang setelah banyaknya laporan masyarakat yang resah adanya kegiatan mereka. Tak hanya mencuri, namun kawanan anak-anak ini didapati juga merampas kendaraan bermotor.‎

Satu barang bukti kendaraan bermotor merek Honda Revo berhasil diamankan dari kedua tangan pelaku, yakni Fandi dan Sofidi.

Motor tersebut diakui keduanya diambil diwilayah Bengkong. Tak hanya itu saja barang bukti hasil rampasan para pelaku, melainkan satu motor merek Yamaha Mio saat ini pun masih dalam pencarian polisi.

Motor tersebut dilarikan oleh anggotanya berinisial NL.

"Motor‎ tidak saya jual. Motor kita pakai sendiri bareng kawan-kawan," ungkap Fandi saat diintrograsi di Mapolsek Sekupang, Senin, (2/2/2015) siang.

Menurut pengakuannya, Fandi baru dua kali merampas sepeda motor. ‎Sasaran yang diincar anak-anak sekolah. Pelaku pun tak segan-segan melukai korban jika motor yang dikendarainya tak diberikan.

Halaman
12
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help