BP Batam Bantah Keluarkan Izin Pembangunan Kios di Area Hijau

"Itu bukan buffer zone, bukan area resapan, ataupun area hijau. Yang kami keluarkan izin itu untuk di row jalan. Itupun ada perjanjiannya," kata Joko.

BP Batam Bantah Keluarkan Izin Pembangunan Kios di Area Hijau
Tribunnewsbatam/ eko
Satpol PP menertibkan sekitar 25 kios pedagang kaki lima (PKL)

Laporan Tribunnews Batam, Anne Maria

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM- Maraknya pembangunan kios-kios di area hijau membuat gerah BP Batam. Lembaga pemerintahan yang disebut-sebut memberikan izin bagi masyarakat untuk membangun area hijau maupun fasilitas umum tersebut angkat bicara.

Menurut ‎Direktur PTSP dan Humas BP Batam, Dwi Djoko Wiwoho mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin untuk mendirikan bangunan di area hijau ataupun fasum.

"Itu bukan buffer zone, bukan area resapan, ataupun area hijau. Yang kami keluarkan izin itu untuk di row jalan. Itupun ada perjanjiannya," ucap Dwi Djoko Wiwoho.

Pria yang akrab disapa Djoko itu menjelaskan‎, pemberian izin pemanfaatan row jalan bagi masyarakat pun bukan berarti bisa dibangun bangunan permanen. Pemberian izin, hanya untuk pertamanan atau penghijauan.

"Kami belum cek semua. Tapi yang mengaku punya izin pemanfaatan dari kami, itupun harus dicek juga. Yang namanya izin pemanfaatan ‎itu bukan untuk bangunan non permanen. Kita sudah melalui perjanjian, untuk cuma pertamanan. Kalau sampai dibangun pembangunan permanen, berarti siap digusur dan dibongkar," tutur Djoko.

Djoko juga membantah pihaknya tidak melakukan pengawasan yang ketat terhadap pemberian izin itu. Menurutnya, banyak masyarakat yang mendapatkan izin sengaja memperdaya BP Batam.

"Pak Tato itu nggak salah, karena memang izin yang dikasih untuk taman. Kayak jual-jual bunga itu. Sebab itu bisa membantu untuk penghijauan juga. Kebanyakan yang dapat izin itu awalnya memang buat taman dulu, baru lama-lama mereka bangun kios," kata Djoko.

Setiap enam bulan sekali BP Batam mengevaluasi kondisi di lapangan. Sementara untuk evaluasi surat izin, secara berkala dilakukan per tahun oleh BP Batam.

"Kami akan cek dululah, satu persatu titiknya. Kalau memang yang dibangun kios itu row jalan yang kami berikan izin pemanfaatannya, akan kita beri peringatan. Kalau tujuh hari tidak diindahkan, akan kami bongkar," ucap Djoko.

Djoko menyatakan adapun dasar dari BP Batam memberikan ‎izin tersebut hanya melalui kebijakan.

"Tidak ada dasar hukumnya, cuma kebijakan. Kita pakai surat perjanjian, sebab pemanfaatan untuk taman itukan bisa sekaligus untuk serapan. Row jalan yang diberikan itukan, row jalan kewenangan kami. Karena belum ada perluasan jalan, jadi dimanfaatkan sementara, dengan catatan bersedia digusur kalau ada pelebaran," ucapnya.

Tags
BP Batam
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved