Defisit Anggaran, Gaji Honorer Guru di Bintan Batal Dinaikkan

Rencana kenaikan gaji guru honorer mulai dari guru PAUD/TK hingga SMA di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) terancam batal.

Defisit Anggaran, Gaji Honorer Guru di Bintan Batal Dinaikkan
Tribun Bali/ Istimewa
Ilustrasi guru mengajar anak-anak. 

Laporan Tribunnews Batam, Ahmad Yani

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BINTAN- Rencana kenaikan gaji guru honorer mulai dari guru PAUD/TK hingga SMA di Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) terancam batal.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bintan memperkirakan bakal mengalami defisit anggaran pada APBD 2015 yang disebabkan menurunnya porsi dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas (migas) dari pemerintah pusat.

"Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Kekayaan Daerah (DPPKD) melaporkan kepada badan anggaran (Banggar) DPRD Bintan perihal rencana pembatalan kenaikan gaji honorer ini, disertai alasan defisitnya APBD 2015," kata anggota Banggar DPRD Bintan Indra Setiawan, di Bintan.

Ia menyesalkan rencana DPPKD ini. Karena untuk menaikkan gaji honorer ini anggarannya Rp1 miliar lebih. Dan jumlah guru honorer saat ini sekitar 1000 orang. Dengan besar gaji berbeda-beda. Untuk guru PAUD/TK berkisar Rp600-700 ribu/bulan. Sedangkan untuk guru SMP/SMA sekitar Rp1 juta/bulan.

"Rencana kenaikan untuk guru SMP/SMA menjadi Rp1,2 juta. Guru PAUD/TK menjadi Rp800 ribu," rinci Indra.

Anggaran lainnya yang dipangkas, selain rencana kenaikan gaji guru, juga jaminan kesehatan daerah (Jamkesda), atau selama ini disebut Kartu Bintan Sejahtera (KBS), dari Rp6 miliar menjadi Rp4 miliar atau menurun Rp2 miliar.

"Kita juga menolak penurunan Jamkesda ini. Anggaran untuk biaya kesehatan masyarakat miskin tidak boleh dipangkas," tegas Indra.

Kepala DPPKD Bintan Adi Prihantara membenarkan adanya rencana pembatalan kenaikan gaji guru honorer dan penurunan anggaran Jamkesda.

Menurutnya penurunan terjadi hampir di semua anggaran di SKPD. Bukan hanya pada gaji guru dan Jamkesda.

"Keputusan penurunan DBH ini, kita masih menunggu Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Tetapi dalam rangka mengantisipasi, seluruh SKPD terjadi penurunan anggaran," kata Adi.

Tags
guru
Bintan
Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved