Public Service

Rumah Saya Disewa, Tapi Ternyata Disewakan ke Orang Lain?

Rumah saya sewakan kepada orang per satu tahun, ternyata penyewa pertama telah menyewakan rumah saya kepada orang lain?

Pertanyaan:

Dikontrak Lalu Disewakan Tanpa Izin

Selamat siang Tribun Batam, kami ingin mengadukan masalah kontrakan rumah. Kami tinggal di Pekanbaru dan memiliki rumah di Batam. Rumah saya sewakan kepada orang per satu tahun. Waktu saya ke Batam dan mengecek rumah, ternyata penyewa pertama telah menyewakan rumah saya kepada orang lain dan penyewa selanjutnya sudah tinggal selama lima bulan. Bagaimana secara hukum jika terjadi seperti ini? Mohon penjelasannya?
Pengirim: +62813616171xx

Jawaban:

Penyewa Digugat dan Batalkan Perjanjian

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Sewa-menyewa diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 44/1994 tentang Penghunian Rumah Oleh Bukan Pemilik. Pasal 9 ayat 1 PP 44/1994. Penyewa dengan cara apapun dilarang menyewakan kembali atau memindahkan hak penghunian atas rumah yang disewanya kepada pihak ketiga tanpa izin tertulis dari pemilik rumah. Jika terjadi penyewaan rumah tanpa persetujuan tertulis dari pemilik rumah maka hubungan sewa-menyewa bisa diputuskan (dibatalkan) sebelum berakhirnya jangka waktu sewa-menyewa.

Jika sudah dibatalkan sewa-menyewanya, penyewa berkewajiban mengembalikan rumah dalam kondisi baik atau seperti sedia kala sebelum disewakan. Selain itu, pemilik rumah tidak wajib mengembalikan uang sewa si penyewa yang sudah dibayarkan. Meskipun penyewa baru menempati beberapa bulan. Contohnya rumah disewakan selama tiga tahun dan penyewa sudah membayar selama satu tahun Rp12 juta. Jika penyewa menyewakan kepada pihak ketiga tanpa izin pemilik maka perjanjian sewa-menyewa batal dan sisa uang sewa tidak dikembalikan.

Pasal 1559 Kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUHPerdata) menegaskan si penyewa, jika tidak diizinkan, tidak boleh menyalahgunakan barang yang disewanya atau melepaskan sewanya kepada pihak lain. Ancamannya adalah pembatalan sewa-menyewa dan mengganti biaya kerugian yang timbul akibat hal itu. Jika pemilik rumah menggugat dan membatalkan perjanjian sewa-menyewa maka konsekuensi hukum adalah si penyewa harus pindah. Termasuk pihak ketiga yang menghuni juga harus meninggalkan rumah yang disewanya. Demikian penjelasannya.

Prof. Dr. H. M. Ali Mansyur, SH, SpN, M.Hum
Guru Besar Bidang Ilmu Hukum Unissula

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help