Public Service

Saya Dipaksa Menikah oleh Ibu, Apa yang Harus Saya Lakukan?

Apakah yang harus saya lakukan sekarang kalau orangtua tidak merestui hubungan kami karena alasan status dan kekayaan?

Saya Dipaksa Menikah oleh Ibu, Apa yang Harus Saya Lakukan?
Tribun Batam/Istimewa
Ilustrasi pernikahan

Pertanyaan:

Dipaksa Kawin Pilihan Ibu

Selamat sore Tribun Batam, apakah yang harus saya lakukan sekarang kalau orangtua tidak merestui hubungan kami karena alasan status dan kekayaan? Sedangkan kami sudah saling mencintai selama lima tahun. Saya tidak kuat lagi setiap hari diancam oleh orangtua dan dijodoh-jodohkan.
Pengirim: +6281364291xxx

Jawaban:

Perkawinan Hak Azasi Manusia

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Pada prinsipnya, setiap orang berhak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah. Demikian aturan pasal 28B ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945. Ini artinya, sudah menjadi hak setiap orang untuk menikah dengan siapapun sesuai kehendaknya dengan tujuan membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan.

Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia menjamin kebebasan warganya untuk memilih pasangannya untuk membentuk sebuah keluarga. Sepanjang Anda tidak menyimpangi larangan-larangan, maka perkawinan sesuai pilihan Anda tidak dilarang. Terlebih lagi, perkawinan merupakan ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri bertujuan membentuk rumah tangga yang bahagia dan kekal.

Jika menikah dengan pilihan Anda dapat membentuk rumah tangga yang bahagia, maka sah-sah saja jika menikah dengan pasangan yang sesuai dengan keinginan. Menurut hemat kami, setiap warga negara Indonesia berhak membentuk keluarga tanpa memandang status, jabatan dan kekayaan. Kebebasan ini hendaknya diartikan bahwa setiap orang berhak memilih pasangan hidupnya sesuai dengan keinginannya.

Perkawinan merupakan hak asasi manusia didasarkan atas persetujuan kedua calon mempelai dan bukan didasarkan atas persetujuan orangtua. Oleh karena perkawinan mempunyai maksud agar suami dan istri dapat membentuk keluarga yang kekal dan bahagia, dan sesuai dengan hak asasi manusia, perkawinan harus disetujui oleh kedua belah pihak yang melangsungkan perkawinan tersebut, tanpa ada paksaan dari pihak manapun.

Hamizar, S.Sos.I
Kepala KUA Nongsa Batam

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help