Suplai Air Bersih Kian Parah, Wako Akan Panggil Direktur ATB dan BP Batam

Terganggunya pasokan air bersih ke rumah warga hingga saat ini, membuat Walikota Batam Ahmad Dahlan akan memanggil Direktur PT ATB dan BP Batam.

Suplai Air Bersih Kian Parah, Wako Akan Panggil Direktur ATB dan BP Batam
tribunnews batam/dewi haryati
Petugas ATB mendistribusikan air dengan mobil tangki di RT 02 RW 03 Bengkong Abadi I, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Senin (22/9/2014). 

Laporan Tribunnews Batam, Zabur A

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Terganggunya pasokan air bersih ke rumah warga hingga saat ini, membuat Walikota Batam Ahmad Dahlan akan memanggil Direktur PT ATB dan BP Batam.

Dahlan mengungkapkan hal tersebut disela-sela ramah tamah dengan warga Batuaji, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (3/3/2015).

Dahlan sendiri meyakini PT ATB akan menyelesaikan masalah suplai air ke rumah warga yang tergangu secepatnya.

PT ATB selaku pihak swasta yang mengelola air besih untuk warga itu, membeli air diwaduk kepada BP Batam. Dengan akan berakhirnya kontrak PT ATB lima tahun mendatang, bukan menjadi alasan terganggunya pasokan air bersih itu.

"Kita yakin PT ATB akan secepatnya menyelesaikan terganggunnya pasokan air bersih ke rumah warga. Masalah ini juga menjadi tanggung jawab BP Batam. Jika benar-benar krisis air kita akan siap turun tangan. Tapi kita serahkan kepada PT ATB dan BP Batam sebagai pengelola," ujar Dahlan.

Menurutnya masyarakat harus mengetahui kalau PT ATB tidak menjual air. Karena air di waduk di beli dari BP Batam, kemudian dikelola menjadi air bersih lalu disalurkan ke rumah warga. Pengelolaan air besih itulah yang harus dibayar warga.

"BP Batam tidak boleh lepas tangan terhadap masalah air. Karena air merupakan kebutuhan dasar. Dan jika pasokan air terhambat maka semua itu harus menjadi perhatian dan tanggung jawab BP Batam," katanya.

Sementara itu suplai air di beberapa wilayah masih terganggu. Pasokan air ke rumah warga tidak mengalir secara normal. Warga pun harus bergadang hanya untuk menampung air bersih itu.

"Saya harus tunggu air mengalir pukul 03.00 WIB. Kalau tidak anak-anak saya tidak bisa mandi dan tidak bisa sekolah," ujar Yulius, warga Batuaji.

Beberapa warga pun terpaksa membeli air galon isi ulang untuk keperluan rumah tangga, seperti mandi, masak dan mencuci baju serta lainnya. Hal ini dikarenakan suplai air besih dari PT ATB tidak mengalir.

"Sudah dua minggu belakangan air bersih mengalir tidak normal ke rumah warga. Saat di hubungi ke call centre PT ATB, hanya jawab akan dicek dulu," kata Tumbur Hutasoit warga Batuaji lainnya.

Agar keperluan rumah tangga terpenuhi, terpaksa membeli air galon isi ulang. Air galon itu untuk digunakan memasak, mencuci baju, cuci piring, dan mandi.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help