Hamil, Tiga Pelajar SMA di Anambas Dikeluarkan dari Sekolah

Tiga orang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jemaja, Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) dikeluarkan oleh pihak sekolah.

Hamil, Tiga Pelajar SMA di Anambas Dikeluarkan dari Sekolah
internet
Ilustrasi siswi hamil.

Laporan Tribunnews Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, ANAMBAS- Tiga orang siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jemaja, Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) dikeluarkan oleh pihak sekolah.

Ketiga orang siswi yang diketahui tengah duduk di kelas XII itu, terpaksa dikeluarkan oleh pihak sekolah karena hamil di luar nikah.

"Ada beberapa kejadian di Jemaja. Mereka terpaksa dikeluarkan oleh pihak sekolah karena melanggar peraturan sekolah. Kami kesana untuk mencoba mencari solusi agar mereka tetap mendapatkan haknya sebagai anak," ujar Hendriko Mulyadi Hutapea, Ketua KPPAD Kabupaten Anambas, Rabu (4/3/2015) siang.

Upaya untuk ketiga orang pelajar tersebut mendapatkan haknya termasuk kembali bersekolah dilakukan. Pihaknya bahkan menjumpai guru dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di wilayah tersebut. Pihak KPPAD bahkan, mengkoordinasikan hal ini kepada Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kepulauan Anambas mengenai hal ini.

Upaya yang dilakukan pihaknya ini, menurutnya sesuai dengan Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002 dan Perda no 7 Tahun 2010 tentang perlindungan anak.

"Prosesnya memang tidak mudah. Kami datang kesana, termasuk menjumpai guru dan UPT disana. Setelah mengkoordinasikan hal ini kepada Dinas Pendidikan, Pak Kadis menginstruksikan agar mereka untuk kembali masuk ke sekolah," terangnya lagi.

Senada dengan hal tersebut, Marzuki komisioner KPPAD lainnya menyayangkan sikap yang ditempuh pihak sekolah dengan mengeluarkan tiga pelajar tersebut karena tengah hamil. Selain merupakan korban, menurutnya ketiga pelajar ini berhak untuk mendapatkan haknya sebagai anak, termasuk untuk mendapatkan pendidikan.

"Memang ada peraturan yang menyebutkan mengenai hal itu. Tetapi, kenapa yang hamil saja. Kenapa anak yang melakukan pelanggaran sekolah seperti mencuri juga tidak disebutkan. Lagipula, mereka ini kan korban," sebut Marzuki. Dibagian lain, Herianto Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas yang dikonfirmasi mengenai hal ini tidak menampik adanya kabar tersebut.

Pihaknya menjelaskan, ketiga siswi yang sempat dikeluarkan oleh pihak sekolah ini merupakan siswi kelas XII yang dalam waktu dekat akan mengikuti Ujian Nasional. Pihaknya pun, lalu memberikan pemahaman kepada pihak sekolah dan pihak sekolah memahami mengenai hal tersebut.

"Tidak jadi masalah. Kami pun prihatin juga. Dari tiga pelajar itu, satu pelajar diketahui tengah mengandung dua bulan. Sementara, dua siswi lainnya merupakan kejadian bulan lalu, tapi dalam tahun-tahun ini," terang Hendriko.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help