Idit Kembalikan Uang Negara Rp 1 M Pakai Koper Baju

Uang itu merupakan uang titipan dari terdakwa korupsi pengadaan fasilitas listrik di Bandara Hang Nadim, Batam, Idit Mujijat Tulkin

Idit Kembalikan Uang Negara Rp 1 M Pakai Koper Baju
kompas.com
Ilustrasi korupsi

Laporan Tribunnews Batam Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Seorang penyidik Kejaksaan Negeri Batam menyeret sebuah koper baju berukuran sedang ke aula Kejaksaan Negeri Batam di lantai 3, Jumat (6/3/2015) sekitar pukul 11.00 WIB.

Sekilas koper itu tampak biasa saja. Namun siapa sangka di dalamnya berisi ribuan lembar uang kertas warna merah dan biru. Totalnya mencapai Rp 1 miliar.

Uang itu merupakan uang titipan dari terdakwa korupsi pengadaan fasilitas listrik di Bandara Hang Nadim, Batam, Idit Mujijat Tulkin. Melalui keluarganya, Direktur CV Mandala Dharma Krida ini mengembalikan uang negara senilai Rp 1 miliar kepada penyidik Kejaksaan.

"Hari ini (Jumat) dititipkannya kepada kami. Baru saja tadi," ucap Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Batam, Tengku Firdaus.

Uang itu bukan barang bukti dalam kasus hukum yang menjerat Idit. Melainkan berstatus uang titipan atau uang pengganti dari kasus dugaan korupsi pengadaan fasilitas listrik di Bandara Hang Nadim beberapa waktu lalu.

"Penghitungan Rp 1 miliarnya darimana, kami tidak tahu. Kami juga tidak menyarankan dia mengembalikan uang negara. Ini itikad baik dari dia sendiri," lanjutnya.

Dari hasil penghitungan kerugian negara yang dilakukan penyidik Kejari Batam dan ahli, negara mengalami kerugian sebesar Rp 5,9 miliar dari proyek pengadaan fasilitas listrik di bandara tersebut. Namun baru sebesar Rp 1 miliar yang dikembalikan.

Meski Idit telah mengembalikan uang negara, tak otomatis membebaskannya dari jeratan hukum. Kasusnya tetap lanjut di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Tanjung Pinang.

Kini sudah pada tahap pemeriksaan saksi. Pengembalian uang negara itu akan menjadi pertimbangan jaksa penuntut umum pada agenda penuntutan nanti.

"Roh pada pemberantasan kasus korupsi tak semata-mata memenjarakan orang, tetapi juga pengembalian uang negara sebesar-besarnya," kata Firdaus.

Selanjutnya uang senilai Rp 1 miliar ini dititipkan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI). Sembari menunggu putusan dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Tanjung Pinang atas kasus yang menyeret Idit.

Tags
koper
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved