Tangani Gerakan Radikal, GP Ansor Minta Pemko Batam Siapkan Dana Khusus

Ketua GP Ansor Kepri Bahru Rohim meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan pos anggaran khusus untuk penanganan gerakan radikal keagamaan.

Tangani Gerakan Radikal, GP Ansor Minta Pemko Batam Siapkan Dana Khusus
tribunnews batam/anne maria
Wali Kota Ahmad Dahlan (kanan) dan Ketua DPRD Kota Batam Nuryanto. 

Laporan Tribunnews‎ Batam, Dewi Haryati

TRIBUNNEWSBATAM.COM, ‎ BATAM - Ketua GP Ansor Kepri Bahru Rohim meminta Pemerintah Kota (Pemko) Batam menyiapkan pos anggaran khusus untuk penanganan gerakan radikal keagamaan.

Hal itu disampaikannya dalam sarasehan nasional dan konfrensi wilayah (konferwil) III PW Ansor Kepri, Kamis (12/3/2015) lalu di Aula PIH, Batam Centre.

"Penanganan untuk gerakan-gerakan radikal seperti ISIS (Islam Irak dan Suriah), kalau bisa dimasukkan ke pos ABPB," ucap Rohim.

Menurutnya hal itu sangat penting. Mengingat fenomena keberadaan ISIS yang cukup populer. Mereka menyebarkan propaganda aksi kekejian mereka melalui media-media sosial.

"Kalau saya searching di internet, banyak sekali pemberitaan terkait ISIS ini. Makanya perlu dilakukan penanganan," ujarnya.

Dari GP Ansor sudah berupaya melakukan sosialisasi bahaya gerakan radikal semisal ISIS. Baik di lingkungan pelajar maupun masyarakat luas. Mereka berharap kegiatan itu juga dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi masuknya paham-paham yang salah di lingkungan masyarakat.

"Sekarang mereka (kelompok gerakan radikal) ini sudah sama saja seperti yang lainnya. Mereka mengikuti kebiasaan orang di sekitarnya. Budaya Ansor mereka sudah tahu. Orang pakai sarung, mereka pakai sarung juga," kata Rohim.

Wali Kota Batam, Ahmad Dahlan yang dimintai tanggapannya terkait dana penanganan gerakan radikal keagamaan inii, menyambut positif saran Bahru Rohim.

"Penanggulangan seperi itu bagus. Bisa dianggarkan nanti di pos bantuan sosial," ujar Dahlan.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help