Miris, Tiga Anak SD dan SMP Dipergok Ngelem di Rumah Kosong

Tiga di antaranya masih berstatus siswa SD dan SMP akhirnya ditangkap warga sekitar pada Jumat (27/3/2

Miris, Tiga Anak SD dan SMP Dipergok Ngelem di Rumah Kosong
Tribun BATAM/Thomm
rumah kosong ini menjadi tempat anak sekolah menikmati lem kayu Asahi 808 atau ngelem, Jumat (27/3/2015) 

Laporan Tribunnews Batam Thomm Limahekin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGPINANG – Belasan anak usia sekolah dan kawan-kawan mereka yang sudah putus sekolah ternyata menghabiskan waktu dengan menikmati lem kayu Asahi 808 atau 'ngelem' di jalan Kamboja depan Hotel Sinta selama ini. Tiga di antaranya yang masih berstatus siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akhirnya ditangkap warga sekitar pada Jumat (27/3/2015) lalu.

Seorang mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (Stisipol) Raja Haji Fisabillilah, Jihan Pratama (20) awalnya begitu curiga atas ulah ketiga pelajar ini. Dia melihat ketiganya mengendap-endap dan kemudian masuk satu persatu ke dalam rumah tua yang sudah kosong, persis di seberang Hotel Sinta.

"Saya sudah curiga selama dua hari sebelumnya. Tapi saya diamkan saja dulu. Tapi karena saya lihat ada yang tidak beres pada anak-anak ini maka kami pun memutuskan untuk menangkap mereka," ujar Jihan kepada Bintannews, Minggu (29/3) siang.

Jihan yang prihatin akan nasib ketiga anak itu langsung memanggil kawan-kawannya Wahyu, Azil dan Memen yang kebetulan bekerja di mini market Lian Store, bersebelahan dengan Hotel Sinta. Secara diam-diam mereka lalu menuju ke rumah kosong itu dan menggerebek ketiga anak tersebut.

"Saat kami pergok, ternyata anak-anak itu sedang asyik 'ngelem'. Mereka tidak bisa bicara apa-apa lagi ketika mereka kami tangkap," cerita Jihan lagi.

Ketiga pelajar itu tidak bisa mengelak lagi dari Jihan dan kawan-kawan. Mereka juga tidak bisa berdalih untuk membenarkan diri. Sebab, di sekitar mereka ditemukan beberapa kaleng lem kayu, jarum suntik, dan satu alat kontrasepsi.

Salah seorang anak, Ad (14) akhirnya membuka mulut. Dia mengatakan kepada Jihan bahwa diri ikut menikmati lem kayu itu karena diajak oleh anak baru di lingkungan bermainnya yang baru pindah dari Tembilahan Riau dan tidak sekolah lagi.

"Aku memang tidak tahu 'ngelem'. Tapi aku diajak kawan. Dia tidak sekolah lagi dan baru datang dari Tambilahan," aku Ad kepada Jihan dengan agak gugup.

Tags
anak
hotel
Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved