Polresta Barelang Masih Cari Lokasi Penyekapan Siswi SMP Bengkong

Polresta Barelang terus menyelidiki dugaan penculikan terhadap seorang siswi SMP di Bengkong, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berisial Si.

Polresta Barelang Masih Cari Lokasi Penyekapan Siswi SMP Bengkong
tribunnews batam/elhadif
Si (baju pink), seorang siswi SMP di Bengkong, Batam, mengaku menjadi korban penculikan pada Selasa (7/4/2015) sekitar pukul 21.30 WIB malam. 

Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra

TRIBUNNEWSBATAM.COM, BATAM - Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Barelang terus menyelidiki dugaan penculikan terhadap seorang siswi SMP di Bengkong, Batam, Kepulauan Riau (Kepri) berisial Si.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Asep Safrudin mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekkan dimana lokasi-lokasi para pelaku menyekap Si pada Selasa (7/4/2015) malam. Namun hingga Kamis (9/4) siang, belum ada tanda-tanda lokasi tersebut.

"Kita telah melakukan pengecekan kemana kira-kira korban dibawa. Namun sampai saat ini belum ditemukan," kata Asep

Sementara korban sendiri juga masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian untuk kelanjutan penyelidikan kasus dugaan penculikan tersebut.

"Kita masih coba sejauh mana korban bisa memberikan informasi yang akurat," lanjut Asep.

Saat ini kasus dugaan penculikan terhadap anak tersebut telah dilimpahkan ke Polresta Barelang. Dimana sebelumnya orangtua korban membuat laporan ke Kepolisian Sektor Bengkong.

Diberitakan sebelumnya, seorang anak baru gede (ABG) berinisial Si (14) yang juga siswi kelas dua sebuah SMP di Batam mengaku menjadi korban penculikan pada Selasa (7/4) sekitar pukul 21.30 WIB malam.

Ia diculik saat hendak membeli es krim ke supermarket di kawasan Bengkong. sebuah mobil Toyota Avanza Hitam tiba-tiba datang dari arah belakang dan langsung memepetnya. Tiga orang pria bertubuh tegap, memakai topi dan memakai tutup mulut turun dari mobil.

Seorang diantaranya langsung mebekap mulut Si. Diduga para pelaku membius Si karena Ia langsung tidak sadarkan diri. Para penculik tersebut kemudian menaikkan ke dalam mobil.

Setelah sadarkan diri, Si mendapatkan dirinya dalam kondisi terikat dan berada di dalam sebuah gubuk yang sekelilingnya hanya semak belukar.

Si bisa melarikan diri setelah ia mencoba memutuskan tali menggunakan pisau potong kuku yang kebetulan dibawanya. Ia kemudian melompati jendela gubuk dan kemudian berlari. Sekitar 30 menit berlari korban sampai di Simpang Kuda Sei Panas.

Dalam keadaan linglung Si kemudian menumpang ojek dan pulang ke rumah orangtuanya di Rt 04 Rw 01, Bengkong Sadai.

Editor: Sri Murni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved